Tentang Nurul Award/Achievement Kontak Kami
Go!
PROFILE
NURUL & INFO
BERITA & CERITA
CURHAT
SITEMAP
 
 
Berita & Cerita Lainnya
Lomba Karya Tulis Ilmiah
Nuruf Arifin: “Infotainmen Sering ‘Pesta Pora’... ”
Seminar Kesehatan
Hasil Sidang Paripurna DPR RI kasus Century, Opsi C menang
The Jakarta Post, Tuesday, 10/27/2009
kompas kita - tokoh pilihan
komik bahaya Neoliberalisme
Syukuran
Pencoblosan
Kampanye
Bantuan Buku Ke Masjid
Foto Bersama
Posko Relawan
Pertemuan Kader
Sosialisasi Hasil Rapimnas Golkar
Nikahan Massal
Sunatan Massal
Bakti Sosial : Banjir di Karawang dan Bekasi
Komik Politik
UMROH lagi..
Pancasila: Antara Harapan dan Kenyataan
Seminar Lingkungan Hidup di Tarakan, 13 Juni 2008
Seminar Kanker Leher Rahim di Karawang, 9 Juni 2008
NAGA BONAR dan 100 tahun Kebangkitan Bangsa
Artis dan Kepala Daerah: Apa Pendapat Saya..
Mengunjungi Korban Banjir di Karawang
Dance4Life
Kursus di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas)
 
BERITA & CERITA

NAGA BONAR dan 100 tahun Kebangkitan Bangsa

 naga_bonar_01                                                         

          Film "Naga Bonar" yang naskahnya ditulis oleh Asrul Sani dan dibintangi oleh Deddy Mizwar, saya, Wawan Wanisar, dan Roldiah Matulessy  pada dan diproduksi pada tahun 1987  kembali diputar di bioskop-bioskop Indonesia pada bulan Mei 2008.       

      Film berdurasi 95 menit ini bercerita tentang tokoh Naga Bonar (Deddy Mizwar), seorang pencopet yang mendapatkan kesempatan menyebut dirinya seorang Jenderal pasukan kemerdekaan Indonesia. Ketika itu, pasukan pendudukan Jepang mundur pada tahun 1945 dan Belanda berusaha kembali menguasai daerah yang ditinggalkan tersebut. Pada awalnya Naga Bonar melakukan ini hanya sekedar untuk mendapatkan kemewahan hidup sebagai seorang Jenderal, akan tetapi pada akhirnya dia menjadi tentara yang sesungguhnya dan memimpin kemenangan Indonesia dalam peperangan. Untuk dapat diputar kembali, film penyabet penghargaan kategori terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 1987 ini harus melalui proses restorasi pita induk atau remastering terlebih dahulu karena kondisi master negatifnya yang telah parah.Diputarnya film ber-genre drama komedi ini sengaja dilakukan menjelang peringatan 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional agar bangsa Indonesia sejenak menoleh ke belakang tentang apa yang telah dicapai hingga saat ini.

          Pemutaran ulang film ini membawa kesan tersendiri bagi saya. Pertama, bahwa saya merasa bahwa cuma film inilah yang pas untuk membuat  kita merenung tentang perasaan kebangsaan kita. Apa yang bisa kita lakukan terhadap bangsa tercinta jika Naga Bonar sang pencopet saja bisa berbuat sesuatu untuk bangsanya. Bagaimana dengan kita? Kedua, saya bangga banyak anak muda yang mau menyaksikan film ini meski pada saat bersamaan banyak film percintaan dan film horor atau hantu. Ini berarti ada keingintahuan anak muda terhadap sejarah bangsanya.  Ketiga, saya bisa melihat kembali Nurul Arifin 20 tahun lalu. Jadi saya bisa bernostalgia. Hehe... cantik kan?

 

 
Copyright © 2008 Nurul Arifin. All Rights Reserved. Developed by Proweb Indonesia