Tujuan seminar lingkungan hidup memang hanya satu; mengajak masyarakat untuk mengubah perilaku buruk menjadi lebih baik yang bertujuan mencegah terjadinya bencana alam. Saya sungguh prihatin dengan perilaku kita sebagai manusia yang saat ini terkesan tidak mau peduli dengan lingkungan kita yang mulai rusak. Tak ayal kita dilanda berbagai bencana alam. Semua bencana alam tersebut menurut saya karena perilaku hidup kita yang tidak sejalan lagi dengan fitrah kita sebagai manusia yang seharusnya memelihara dan menjaga sumber daya hidup kita. Tanpa sumber daya alam dan lingkungan yang lestari, kualitas hidup kita terus menurun, dan lambat laun kita akan kehilangan hidup itu sendiri. Keserakahan kita sebagai manusia membuat kita memanfaatkan alam tanpa batasa dan rasa tanggung jawab. Kita hanya mau memetik hasil tanpa mau menanam dan memelihara.
Oleh karena itu saya kagum dengan program pemkot Tarakan, “Pro Darling” yang disampaikan Kadis Lisda Tarakan, Subono MT dalam seminar dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup dengan tema ‘Ubah Prilaku dan Cegah Bencana Alam’. jumat, 13 Juni 2008 di Tarakan, Kalimantan Timur. Program Sadar Lingkungan (Pro Darling) termasuk Gemari (Gerakan Mangrove Lestari) ini mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup yang mencintai lingkungan.
Dalam seminar tersebut, saya memaparkan tentang politik lingkungan; di mana ada beberapa isu lingkungan yang dijadikan isu global. Yaitu kesadaran lingkungan adalah milik bersama, kuantitas dan kualitas pemanfaatan lingkungan yang dibatasi dan ancaman yang dihadapi jika tidak menjaga lingkungan dan memanfaatkannya tanpa batas.
Pembelajaran cinta lingkungan sesungguhnya menurut saya bisa diterapkan dalam politik ranah cultural, yaitu penerapan politik pendidikan kepada masyarakat agar mempunyai kesadaran terhadap lingkungannya. Selain itu peranan masyarakat, peranan pemerintah dan instansi terkait termasuk pihak swasta sangat dibutuhkan dalam program tersebut.
Dan yang sangat penting dalam mengatasi persoalan lingkungan saat ini adalah dengan mewujudkan green policies (kebijakan hijau). Green policies sebetulnya bisa dimulai dari hal yang paling sederhana seperti membatasi angka kelahiran anak. Kita ketahui manusia memiliki kontribusi besar dalam kerusakan lingkungan. Dengan semakin sedikit anak, semakin kecil jumlah manusia yang akan merusak lingkungan. Atau membatasi konsumsi kita pada produk tekstil, plastik dan barang-barang lain yang tidak ramah lingkungan.