Tentang Nurul Award/Achievement Kontak Kami
Go!
PROFILE
NURUL & INFO
Nurul & Narkoba
Nurul & HIV/AIDS
Nurul & Gender
Nurul & Politik
BERITA & CERITA
CURHAT
SITEMAP
 
 
 
Artikel Nurul & Gender
8 Maret Hari Perempuan Internasional:
Perempuan di Senayan Meningkat
DOUCHING VAGINA, APAKAH PERLU?
KEBANGKITAN PEREMPUAN INDONESIA DALAM BIDANG SENI BUDAYA
KIPRAH SENIMAN PEREMPUAN INDONESIA
Peluncuran Database Profil Perempuan Potensial Partai Politik dan masyarakat Sipil untuk Pencalonan
Cuma Rp 500 Kita Bisa Mengubah Indonesia Lebih Baik
KEKERASAN DALAM PACARAN
PEMAHAMAN JENDER DI KALANGAN REMAJA
PEREMPUAN DAN KESEHATAN REPRODUKSI (BAGIAN 2)
PEREMPUAN DAN KESEHATAN REPRODUKSI (BAGIAN 1)
MENJADI DIRI SENDIRI (BAGIAN 2)
 
NURUL & INFO > Nurul & Gender

DOUCHING VAGINA, APAKAH PERLU?

     

      Menjaga  kesehatan khususnya masalah kesehatan reproduksi bagi seorang perempuan, tentu berbeda dengan laki-laki. Perempuan cenderung lebih rentan terhadap berbagai penyakit pada alat reproduksinya akibat bakteri dan virus serta resiko penularan penyakit menular seksual karena permukaan alat reproduksi perempuan lebih luas 80% dibandingkan laki-laki.

      Perempuan terkadang malu bertanya atau mengutarakan keluhan terkait dengan alat reproduksinya kepada orang lain. Begitu pribadinya keluhan itu, sering kali perempuan lebih memilih mengobati sendiri berdasarkan informasi dari mulut ke mulut di antara perempuan itu sendiri. Salah satunya dengan douching vagina.      

     Douching vagina adalah membilas atau mencuci vagina dengan cara menyemprotkan air atau cairan lain (seperti cuka, baking soda, atau larutan douching yang dijual bebas) ke dalam vagina.  Air atau cairan tersebut diletakkan dalam botol kemudian disemprotkan ke dalam vagina melalui suatu tabung dan ujung penyemprot. Semprotan pembersih vagina (biasanya ada alat khusus atau botol yang menyemprotkan cairan ke vagina) yang banyak dijual bebas.  Ahli kesehatan tidak menyarankan douching untuk membersihkan vagina karena douching merubah keseimbangan kimiawi dan flora vagina, yang dapat membuat perempuan lebih rentan terhadap infeksi bacterial.  Douching juga dapat menyebarkan infeksi vaginal atau servikal yang bisa terjadi ke arah atas menuju organ-organ panggul (rahim, tuba fallopii, dan ovarium).      

     Penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang melakukan douching secara rutin cenderung untuk mengalami masalah yang lebih banyak dibanding perempuan yang jarang melakukan douching.  Masalah-masalah tersebut diantaranya: iritasi vagina, infeksi (bakterial vaginosis atau BV), dan penyakit menular seksual (PMS). Perempuan yang sering melakukan douching juga lebih berisiko untuk menderita penyakit radang panggul (PRP). 

Bagaimana cara membersihkan vagina yang paling sehat dan aman        

      Karena keseimbangan kimiawi vagina sangat sensitif, yang terbaik adalah membiarkan vagina melakukan proses pembersihan sendiri.  Vagina melakukan proses pembersihan diri tersebut dengan cara sekresi (pengeluaran) mukus.  Air hangat dan penggunaan sabun tanpa pengharum dengan lembut pada saat mandi adalah cara terbaik untuk membersihkan bagian luar vagina. Produk-produk seperti sabun-sabun hygiene perempuan, bedak dan semprotan tidak perlu digunakan, dan dapat membahayakan. Dan jika merasakan rasa sakit pada vagina seperti gatal, panas, atau berbau; rasa sakit pada saat kencing; discharge vagina yang tidak normal, seperti kental dan putih atau kuning-kehijauan segera konsultasi ke dokter.

(Dari berbagai sumber)

 ********END********

KEBANGKITAN PEREMPUAN INDONESIA DALAM BIDANG SENI BUDAYA

28Perkembangan teknologi di era globalisasi yang sudah melampaui batas kedaerahan bahkan batas geografis antar bangsa harus disikapi dengan cermat. Jika tidak, dikhawatirkan akan menimbulkan kegamangan serta bias dalam cara pandang terhadap suatu persoalan karena seringkali sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang "barat" padahal belum tentu sudut pandang itu cocok untuk diterapkan di negeri ini. Eksistensi bangsa pun bisa terancam karena kita tidak punya lagi jati diri yang khas yang membingkai pemikiran dan perilaku kita.

Momentum 100 tahun kebangkitan nasional saat ini merupakan saat untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia untuk bangkit dan bersemangat membangun bangsanya melalui caranya masing-masing: Mulai dari diri sendiri, dari hal yang paling kecil, dan mulai sekarang.  Demikian pula dengan kebangkitan perempuan dalam seni dan budaya yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa. Kiprah perempuan di bidang seni budaya sangat mengagumkan, tidak kalah dari seniman laki-laki. Tapi tidak banyak yang menyadari hal ini dan memberikan apresiasi yang sepadan.

Kebangkitan Nasional dan Kebangkitan Seni dan Budaya

Seni merupakan salah satu aspek budaya yang amat perlu dipahami, setidak-tidaknya diketahui, oleh masyarakat dalam upaya pengembangan kepribadiannya. Budaya tidak sekadar kesenian. Lebih luas dari itu, budaya adalah tata nilai, cara berpikir, cara berperilaku. Perhatian dan pengembangan bidang seni dan kebudayaan di Indonesia oleh negara dinilai sangat minim, bahkan tergilas ingar- bingar bidang lain, seperti politik lima tahunan.


 
Copyright © 2008 Nurul Arifin. All Rights Reserved. Developed by Proweb