Menjaga kesehatan khususnya masalah kesehatan reproduksi bagi seorang perempuan, tentu berbeda dengan laki-laki. Perempuan cenderung lebih rentan terhadap berbagai penyakit pada alat reproduksinya akibat bakteri dan virus serta resiko penularan penyakit menular seksual karena permukaan alat reproduksi perempuan lebih luas 80% dibandingkan laki-laki.
Perempuan terkadang malu bertanya atau mengutarakan keluhan terkait dengan alat reproduksinya kepada orang lain. Begitu pribadinya keluhan itu, sering kali perempuan lebih memilih mengobati sendiri berdasarkan informasi dari mulut ke mulut di antara perempuan itu sendiri. Salah satunya dengan douching vagina.
Douching vagina adalah membilas atau mencuci vagina dengan cara menyemprotkan air atau cairan lain (seperti cuka, baking soda, atau larutan douching yang dijual bebas) ke dalam vagina. Air atau cairan tersebut diletakkan dalam botol kemudian disemprotkan ke dalam vagina melalui suatu tabung dan ujung penyemprot. Semprotan pembersih vagina (biasanya ada alat khusus atau botol yang menyemprotkan cairan ke vagina) yang banyak dijual bebas. Ahli kesehatan tidak menyarankan douching untuk membersihkan vagina karena douching merubah keseimbangan kimiawi dan flora vagina, yang dapat membuat perempuan lebih rentan terhadap infeksi bacterial. Douching juga dapat menyebarkan infeksi vaginal atau servikal yang bisa terjadi ke arah atas menuju organ-organ panggul (rahim, tuba fallopii, dan ovarium).
Penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang melakukan douching secara rutin cenderung untuk mengalami masalah yang lebih banyak dibanding perempuan yang jarang melakukan douching. Masalah-masalah tersebut diantaranya: iritasi vagina, infeksi (bakterial vaginosis atau BV), dan penyakit menular seksual (PMS). Perempuan yang sering melakukan douching juga lebih berisiko untuk menderita penyakit radang panggul (PRP).
Bagaimana cara membersihkan vagina yang paling sehat dan aman
Karena keseimbangan kimiawi vagina sangat sensitif, yang terbaik adalah membiarkan vagina melakukan proses pembersihan sendiri. Vagina melakukan proses pembersihan diri tersebut dengan cara sekresi (pengeluaran) mukus. Air hangat dan penggunaan sabun tanpa pengharum dengan lembut pada saat mandi adalah cara terbaik untuk membersihkan bagian luar vagina. Produk-produk seperti sabun-sabun hygiene perempuan, bedak dan semprotan tidak perlu digunakan, dan dapat membahayakan. Dan jika merasakan rasa sakit pada vagina seperti gatal, panas, atau berbau; rasa sakit pada saat kencing; discharge vagina yang tidak normal, seperti kental dan putih atau kuning-kehijauan segera konsultasi ke dokter.
(Dari berbagai sumber)
********END********