Tentang Nurul Award/Achievement Kontak Kami
Go!
PROFILE
NURUL & INFO
Nurul & Narkoba
Nurul & HIV/AIDS
Nurul & Gender
Nurul & Politik
BERITA & CERITA
CURHAT
SITEMAP
 
 
 
Artikel Nurul & Narkoba
Narkoba - Farmville di Facebook
Peredaran Narkoba di Bali Memprihatinkan
Remaja Semakin Rentan Tertular HIV/AIDS
NARKOBA JENIS BARU
KITA PERLU BELAJAR DARI BALTIMORE
APA YANG BISA KITA LAKUKAN?
PEREMPUAN LEBIH MUDAH MENJADI PECANDU
ISTILAH SEPUTAR NARKOBA
CIRI-CIRI PEMAKAI NARKOBA
SEBUAH RENUNGAN, MEMPERINGATI HARI ANTI MADAT SEDUNIA
 
NURUL & INFO > Nurul & Narkoba

NARKOBA JENIS BARU

Sekarang ini banyak beredar narkoba jenis baru, namanya Strawberry Meth atau Strawberry Quick. Narkoba jenis ini crystal berbentuk bulat, mirip dengan permen POP ROCK rasa Strawbery. Aromanya persis seperti Strawbery dan saat ini sudah beredar bebas di lingkungan sekolah.

Hal ini perlu kita waspadai karena anak-anak berpikir bahwa barang tersebut adalah permen (gula-gula), padahal permen ini dapat menyebabkan kondisi sang anak bisa ketagihan. Selain rasa diatas dapat juga dalam rasa Coklat, kacang, Cola, chery, anggur dan rasa jeruk. Peringatkan anak-anak atau adik-adik kita untuk tidak menerima permen pemberian dari orang-orang yang tidak dikenal.


******END******

KITA PERLU BELAJAR DARI BALTIMORE

Kemiskinan membuat banyak penduduk di salah satu kawasan miskin di Baltimore, AS, terlibat dalam perdagangan narkoba. di sudut-sudut jalan kawasan itu banyak orang yang duduk-duduk di luar menanti membeli. Sama seperti Indonesia, mereka juga menggunakan anak-anak sebagai joki sekaligus pemberi informasi bila ada patroli.

24_03
Seperti di Indonesia, datangnya kokain berkualitas rendah sehingga harganya terjangkau membuat banyak remaja terlibat, baik dalam pemakaian maupun rantai penjualannya. Tidak mengherankan bila kriminalitas di Baltimore tergolong tinggi dibanding wilayah lain di AS. Masalah lain yang tidak kalah merepotkan adalah tingginya tingkat penularan HIV/AIDS, hepatitis B, hepatitis C. penggunaan narkoba lewat jarum suntik menjadi kontributor utama kasus AIDS baru. Tidak perlu cari kasus HIV/AIDS ke Afrika yang selama ini dikenal tinggi. Di Baltimore malah lebih parah, karena setiap delapan jam ada satu orang Baltimore yang terinfeksi HIV/AIDS.

Untuk mengatasi masalah narkoba dan HIV/AIDS pemerintah daerah Baltimore memang mengupayakan berbagai cara. Salah satunya lewat lembaga yang disebut National Council on Alcoholism and Drug Dependence (NCADD), yang mengupayakan tidak hanya harm reduction, tetapi juga melobi pemerintah untuk mengubah hukuman penjara menjadi program pengobatan, memfokuskan kampanye pada antidiskriminasi dan stigmanisasi, merehabilitasi hak suara narapidana yang terkait narkoba, serta menghapus catatan kriminalitas mereka yang sudah menjalani hukuman dan tidak megulanginya lagi. Harm-reduction diantaranya menyediakan jarum suntik steril bagi pengguna narkoba suntikan dengan dukungan penuh pemerintah dan diterapkan sekitar sepuluh tahun lalu misalnya, terbukti mampu menekan laju penularan AIDS. Kesadaran bahwa ketimpangan ekonomi dan ketidakmampuan mengakses pelayanan kesehatan juga berkontribusi terhadap peningkatan HIV/AIDS, membuat pemerintah setempat mengupayakan pula berbagai upaya perbaikan ekonomi dan membangun rehabilitasi maupun kesehatan masyarakat terutama di wilayah kantung kemiskinan.

Intinya pemerintah kota Baltimore tidak tanggung-tanggung menanggulangi HIV/AIDS lewat berbagai cara. Inilah yang perlu ditiru oleh pemerintah Indonesia. Intervensi yang bisa memicu perekonomian rakyat misalnya, perlu dilakukan di kawasan miskin yang rawan narkoba. demikian pula dengan harm-reduction yang sudah terbukti mampu menekan laju penularan HIV/AIDS lewat penggunaan bersama jarum suntik. Keragu-raguan dan keterlambatan memperkenalkan program ini, hanya akan berakhir dengan makin banyaknya remaja yang menjadi korban HIV/AIDS.
 
Copyright © 2008 Nurul Arifin. All Rights Reserved. Developed by Proweb