Tentang Nurul Award/Achievement Kontak Kami
Go!
PROFILE
NURUL & INFO
Nurul & Narkoba
Nurul & HIV/AIDS
Nurul & Gender
Nurul & Politik
BERITA & CERITA
CURHAT
SITEMAP
 
 
 
Artikel Nurul & HIV/AIDS
Agar Penderita HIV AIDS Panjang Umur
Hari Aids Sedunia Tahun 2009
Kutil Kelamin
Sindrom Steven Johnson
Nurul Bicara Tentang Mimipi Basah di Kediri
KONDOM PEREMPUAN
"KEPEMIMPINAN" ADALAH TEMA HARI AIDS SEDUNIA 2007 & 2008
HIV DAN AIDS
Sunat
MASTURBASI &ONANI BAHAYA GA SIH?
PENYAKIT MENULAR SEKSUAL SIFILIS
KONDOM
 
NURUL & INFO > Nurul & HIV/AIDS

Agar Penderita HIV AIDS Panjang Umur

Agar Penderita HIV AIDS Panjang Umur

Meski penyakit ini belum bisa diobati, penderita HIV AIDS masih bisa optimistis menjalani hidupnya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan penderita HIV agar umurnya panjang.

Pada kebanyakan kasus memang setelah dinyatakan positif terkena HIV ada masa 5-10 tahun virus ini benar-benar bisa 'melumpuhkan' penderitanya. Tapi banyak pula penderita HIV AIDS yang bisa berumur panjang.

Caranya selain melakukan terapi ARV (Antiretroviral) seumur hidup dan tepat waktu juga melalui asupan gizi yang baik dan tepat.

"Asupan gizi yang baik pada ODHA bisa membantu tubuh untuk membangun sel kekebalan tubuh yang dikenal dengan sel CD4," ujar Dr Paul F Matulessy MN, PGK, DSpGK dalam acara temu media dan buka bersama Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi DKI Jakarta di Jakarta, Selasa (31/8/2010).

Gizi terdiri dari dua jenis yaitu kelompok makro nutrien yang terdiri dari karbohidrat, protein dan juga lemak. Dan satu lagi kelompok mikro nutrien yang terdiri dari vitamin, mineral dan air.

Setiap makronutrien yang masuk ke dalam tubuh akan diubah menjadi kalori, misalnya 1 gram karbohidrat dan protein akan menghasilkan 4 kalori, sedangkan 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori.

Dr Paul menuturkan bahwa ODHA tidak meninggal karena virus yang ada di tubuhnya, melainkan karena adanya IO (infeksi opportunitis).

IO ini akan muncul jika seseorang memiliki nilai CD4 yang rendah, sehingga salah satu cara untuk mencegah IO atau menjaga kekebalan tubuhnya adalah dengan mengonsumsi asupan gizi yang baik.

IO sendiri adalah infeksi-infeksi yang sebenarnya tidak membuat seseorang sakit, atau pada orang yang sehat infeksi ini mungkin tidak berbahaya. Tapi bagi ODHA infeksi-infeksi ini bisa berbahaya dan IO bisa membuat status gizi seorang ODHA menjadi semakin rendah.

Pada ODHA, jika asupan gizinya baik maka akan memberikan kesempatan bagi tubuh untuk membangun kembali CD4 sehingga sistem kekebalan tubuhnya akan meningkat.

Nilai CD4 yang tinggi akan membuat seorang ODHA sehat dan tidak terlihat seperti orang yang sakit. Selain itu dengan nilai CD4 yang tinggi akan membuatnya terhindar dari IO.

"Asupan kalori pada ODHA berbeda dengan orang sehat, terutama jika ia memiliki IO. Karena setiap 1 IO yang dimilikinya, maka ia harus menambahkan 5-10 persen dari asupan kalori yang dibutuhkannya dalam satu hari," ungkap dokter spesialis gizi klinis di RS UKI.

Dr Paul menuturkan gabungan antara penggunaan ARV yang teratur dan tepat waktu dengan asupan gizi yang baik harus dilakukan terus menerus. Karena ARV akan mencegah virus masuk ke dalam sel CD4 sedangkan makanan bergizi akan membantu tubuh membentuk CD4 lebih banyak.

Sementara itu dr Aritha Herawati selaku Kepala Bidang Terapi rehabilitasi di KPA Provinsi DKI Jakarta menuturkan ada 5 prinsip ODHA, yaitu:
  1. Mengubah perilakunya menjadi lebih baik, seperti kurangi begadang dan berhenti merokok.
  2. Mengubah pola makan yaitu dengan mengonsumsi makanan yang bergizi.
  3. Mengonsumsi ARV secara teratur dan tepat waktu.
  4. Melakukan penanganan terhadap infeksi dengan baik, jika menemukan adanya infeksi maka segera berobat.
  5. Dukungan dari keluarga dan juga masyarakat sekitar, dalam hal ini masyarakat harus mengerti dan mensupport ODHA sehingga tidak perlu ada stigma.
Vera Farah Bararah – detikHealth, 1 September 2010 

Hari Aids Sedunia Tahun 2009

Tema, Sub-Tema dan Slogan Hari Aids Sedunia Tahun 2009

Tema

Tema peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2009 telah ditetapkan secara internasional yaitu Universal Acces & Human Right. Untuk Indonesia, tema tersebut diterjemahkan menjadi Akses Universal dan Hak Asasi Manusia.

Makna dari tema peringatan adalah bahwa setiap masyarakat khususnya mereka yang memerlukan, mampu memperoleh akses terhadap informasi, pencegahan, dukungan dan pengobatan. Kesehatan pada dasarnya merupakan hak asasi manusia yang utama (health is the first human right), dengan demikian setiap orang termasuk orang yang terinfeksi layak hidup sehat dan memperoleh fasilitas kesehatan. Dengan meningkatnya akses pelayanan dan pengobatan yang baik diharapkan akan dapat menurunkan resiko penularan dan mengurangi laju epidemi HIV di Indonesia.

Sub-Tema

Berdasarkan tema internasional HAS 2009, maka sub-tema yang ditetapkan di Indonesia adalah:“Kerjasama masyarakat dan pemerintah mampu mempercepat  pemenuhan akses pencegahan, perawatan, dukungan dan pengobatan untuk semua”Dalam rangka meningkatkan akses universal maka diperlukan kerjasama yang sinergis antara masyarakat dan pemerintah. Kerjasama tersebut diharapkan mampu mengarusutamakan upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia sehingga dapat mempercepat  pencapaian akses informasi, pencegahan, perawatan, dukungan, dan pengobatan untuk mereka yang membutuhkan.

SloganSlogan Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2009 yaitu:“Stop AIDS: Akses untuk Semua !”

Slogan kampanye ini dimaksudkan agar setiap manusia Indonesia mempunyai rasa kepedulian yang tinggi dalam penanggulangan HIV dan AIDS. Kasus HIV dan AIDS di Indonesia saat ini tidak hanya pada kelompok berisiko saja, akan tetapi sudah berada pada populasi umum, seperti ibu rumah tangga dan anak-anak. Kini saatnya pemerintah dan masyarakat madani bersatu, membuat suatu karya nyata untuk mencegah laju epidemi HIV yang sangat cepat. Selain itu, perlu dilakukan upaya bersama untuk menyediakan akses informasi HIV dan AIDS, pencegahan, dukungan dan pengobatan bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan.

Sumber : www.has2009.com
 
Copyright © 2008 Nurul Arifin. All Rights Reserved. Developed by Proweb Indonesia