SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

Baleg Belum Ambil Keputusan Mengenai PT

NurulArifin.Com – Badan Legislasi sebagai alat kelengkapan yang ditunjuk DPR berharap penuntasan draf revisi UU Pemilu sebagai inisiatif DPR diselesaikan tanggal 4 april 2011.

Namun demikian akhirnya rapat  tidak mencapai kata sepakat karena perbedaan pendapat yang tajam di antara perwakilan fraksi. Padahal, masa sidang II tahun 2010-2011 akan segera berakhir,  karena DPR akan menjalani reses mulai 9 April.

Penundaan pengambilan keputusan dalam rapat sebelumnya disebabkan penilaian sejumlah fraksi, bahwa draf revisi UU Pemilu belum layak diajukan ke rapat paripurna. Setidaknya, terdapat tiga substansi yang belum mendapatkan kesepakatan diantara fraksi.
Substansi yang pertama adalah penetapan angka parliamentary treshold (ambang batas).

Sikap fraksi-fraksi di Baleg terkait ambang batas terbagi menjadi beberapa kelompok. Fraksi Partai Golkar dan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengusulkan ambang batas 5 persen. Fraksi Partai Demokrat mengusulkan 4 persen, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera mengusulkan 3-4 persen, dan lima fraksi lain menginginkan ambang batas tetap 2,5 persen.

Rapat baleg juga belum sepakat mengenai   persyaratan peserta pemilu, dan yang terakhir adalah mekanisme penghitungan suara.

Menyikapi deadlock ini maka salah satu solusinya, setiap fraksi nanti wajib menyampaikan sikap dan pandangannya atas substansi yang belum disetujui. Dengan keputusan itu bukan berarti Baleg menerapkan voting dalam pengambilan keputusan. Pandangan fraksi yang mayoritas akan menjadi keputusan Baleg terkait revisi UU Pemilu. Sementara, pandangan-pandangan lain tetap diakomodasi sebagai catatan untuk juga dibacakan dalam paripurna.

Hasil keputusan Baleg bukan harga mati. Paripurna nantinya yang akan menetapkan keputusan akhir dari RUU inisiatif DPR itu. Baleg dalam hal ini hanya mengejar target agar RUU Pemilu bisa tuntas tepat pada waktunya.

Penundaan yang dilakukan ditujukan agar produk draf RUU Pemilu yang dihasilkan benar-benar berbobot dan berkualitas. Baleg tidak menginginkan terhadap RUU ini hanya seperti kejar tayang memenuhi tenggat waktu tanpa memperhatikan substansi aturan.[Sekar]

Tags: ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

2 Responses

  1. Pingback: armin jufri

  2. Pingback: JHON PALAIJU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*