SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

Catatan Nurul Arifin Terkait Fit and Proper Test Calon Anggota KPU

NurulArifin.Com – Anggota Komisi II DPR Nurul Arifin memiliki catatan terkait uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) 14 calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang berlangsung sejak Senin hingga Selasa kemarin. Apa saja catatannya?

Menurut Nurul, ada satu hal yang dia lihat sebagai kesamaan dari ke-14 calon anggota KPU yang telah diuji, yakni menjatuhkan pilihan untuk menyalahkan KPU yang ada saat ini. Bagi mereka, KPU saat ini tidak ‘becus’ menyelenggarakan pemilu.
“Karena itu, menurut saya mereka harus mampu menunjukkan kualitas bahwa mereka lebih baik dari yang ada saat ini,” ujar Nurul dalam rilisnya, Rabu (21/3).

Kata Nurul, kesamaan pandangan untuk menyalahkan KPU saat ini oleh para calon menunjukkan adanya ketidakberesan dari penyelenggara pemilu, meskipun mereka yang menyalahkan itu adalah merupakan penyelenggara pemilu di provinsi dan kabupaten/kota. “Hingga saya bertanya-tanya, sedemikian parahkah ‘dosa politik’ KPU Pusat saat ini hingga KPU di bawahnya juga ikut menyalahkan, seperti ketua KPU Jabar, KPU DKI, KPU Bandung, dan sebagainya.”

Nurul menambahkan, meskipun pertanyaan anggota beragam, namun yang paling dominan dari semua pernyataan dan pertanyaan anggota adalah seputar integritas, kejujuran, dan independensi. Meskipun persoalan kompetensi sudah dituntaskan oleh Timsel, tetapi masih ada beberapa anggota komisi II yang menyisir ulang kompetensi.

“Dari sejumlah jawaban dan konfirmasi, ada yang menjawab dengan baik, tetapi ada juga sejumlah nama yang bisa diperkirakan memiliki persoalan terkait dengan integritas,” tambah politisi Golkar tersebut.

Lanjut Nurul, kebanyakan pandangan para calon anggota KPU dalam menjawab pertanyaan lebih didominasi oleh gaya ‘lokalistik’ yakni mengukur wilayah kerja dan cakupan kerja KPU Pusat dengan kondisi di mana mereka berada. “Padahal, mengurus KPU Pusat, menurut saya lebih rumit dan kompleks,” tambahnya.

Nurul juga ; sempat mempersoalkan salah satu calon ; yang diprotes oleh beberapa parpol pada tahun 2009 karena tidak mau transparan soal DPT. “Karena menurut saya KPU bertugas menjadi fasilitator parpol. Harapan saya, semoga hasil ; pilihan DPR yang akan diumumkan hari Kamis besok merupakan pilihan yang terbaik,” pungkas anggota DPR Dapil Jawa Barat VII ini.[Detik]

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*