SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

DPR Soroti Intregritas Calon

NurulArifin.Com – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berharap calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang kelak terpilih mampu menjaga independensi dan integritas selama menjalankan tugas sehingga KPU mampu melaksanakan fungsi penyelenggara pemilu secara baik.

Demikian pendapat sejumlah anggota Komisi II DPR dalam proses uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) anggota KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jakarta, Senin (19/3).

Salah satu anggota Komisi II Fraksi Partai Golkar Nurul Arifin mempertanyakan mengenai independensi masing-masing calon KPU jika mereka kelak terpilih.

“Calon-calon anggota KPU yang diuji Senin ini (19/3), dari segi keilmuan tidak meragukan, karena proses uji kompetensi yang dilakukan oleh tim seleksi (timsel) sudah sangat ketat dan sistematis. Tetapi, kami masih meragukan apakah mereka bisa bekerja secara kolektif dalam menyelenggarakan pemilu? Karen itu, kami menguji ketahanan independensi dan kejujuran para calon,” kata Nurul.

Menurut Nurul, salah satu syarat penting yang harus dimiliki anggota KPU adalah sanggup bekerja secara kolektif, profesional, dan mampu bekerja independen untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas. Dalam hal ini, ujarnya, Fraksi Partai Golkar berharap mereka yang kelak terpilih sebagai komisioner KPU bukan hanya dapat bekerja secara baik dan maksimal, tetapi juga tidak mudah dipengaruhi siapa pun.

“Sejauh ini, berdasar calon-calon yang sudah diuji, mereka lumayan, meskipun beberapa memiliki kualitas lebih baik. Tetapi kita menunggu hasil pemilihan hingga Selasa besok (20/3) untuk KPU dan Kamis (22/3) untuk Bawaslu,” kata Nurul.

Dia menjelaskan, sebelumnya Tim Seleksi telah menghasilkan sebanyak 14 nama calon anggota KPU dan 10 nama calon anggota Bawaslu dengan berbagai pertimbangan. Dari 14 orang calon anggota KPU, akan disaring 7 orang. Sedangkan dari 10 calon anggota Bawaslu, hanya 5 yang akan dipilih.

“Untuk memilih mereka, kami di DPR akan mengambil keputusan politik. Keputusan ini diambil setelah menimbang-nimbang dan memperketat lagi kualitas fit and proper test dengan mengonfirmasi langsung isu-isu yang berkaitan dengan masing-masing calon,” kata Nurul.

Anggota Komisi II DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Malik Haramain juga berharap para calon anggota KPU bersedia mengundurkan diri jika merasa atau dianggap tidak mampu dalam menjalankan tugas. “Biasanya mereka tidak mau mundur hingga akhir periode walaupun dianggap tidak mampu menjalankan tugas,” ujarnya.

Komisi II DPR Senin kemarin melakukan uji kepantasan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon-calon anggota KPU, yakni Arief Budiman, Ari Darmastuti, Enny Nurbaningsih, Evie Ariadne Shinta Dewi, Ferry Kurnia Rizkiansyah, Hadar N Gumay, dan Hasyim Asy’ari.

Salah satu calon, Ari Darmastuti, menyatakan tidak etis bagi seorang anggota KPU meninggalkan jabatan di tengah tugas dan kemudian masuk menjadi anggota partai politik.

“Dari situ terlihat, prinsip independensi dilanggar. Netralitas dan independesi harus dipegang teguh oleh anggota KPU,” ujarnya.

Ari juga sempat menyinggung kinerja KPU dalam Pemilu 2004 dan Pemilu 2009 yang perlu menjadi perhatian agar KPU mendatang ini benar-benar menyelenggarakan pemilu lebih baik dan independen.[Suara Karya]

Tags: , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

3 Responses

  1. Pingback: Muh. Irwan

  2. Pingback: Muh. Irwan

  3. Pingback: Muh. Irwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*