SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

instrastruktur Depok Membuat Geram

NurulArifin.Com – Artis jelita yang kini berprofesi sebagai politisi, Nurul Arifin juga tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas buruknya in- strastruktur di Kota Depok, terutama Jalan Cinere.

Sehingga dia memaklumi jika warga sempat emosi ingin bergabung ke Jakarta dibanding harus bertahan menginduk ke Kota Depok.

Tetapi, kata politisi dari Partai Golkar ini, walaupun rumah-rumah di Cinere banyak dimiliki oleh kaum yang ber-punya, tetapi jalan-jalan yang ada sangat tiadak mendukung.  Kerusakan jalan menyebabkan kemacetan yang panjang terutama pagi, sore hingga malam hari.

“Saya sangat kecewa dengan pembangunan infrastruktur Cinere. Menjelang akhir masa jabatan walikota, barulah Jalan Cinere diperbaiki, itu pun masih belum menyelesaikan masalah. Kemacetan masih terjadi di sana-sini. Ini bisa terjadi karena perencanaan perbaikan jalan yaflg tidak bagus,” katanyadi sela-sela kampanye untuk pasangan Badrul Kamal.

Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Membangun Depok (Gemmad) Kasno menyatakan kerusakan Jalan Cinere merupakan salah satu bukti buruknya kinerja Pemerintah Kota Depok dan gagalnya Nur-Mahmudi Ismail dalam memimpin Depok.

Menurut Kasno, secara nyata Jalan Cinere merupakan salah satu aset Kota Depok yang membutuhkan skala prioritas karena selain sebagai wilayah per-batasan dengan DKI Jakarta.

Jalan Cinere merupakan akses masuk untuk menuju tempat wisata religi yaitu Masjid Kubah Emas (Dian Al Mahri) yang sudah dikenal sampai ke mancanegara. “Apakah hal ini tidak terpikirkan oleh Walikota Depok, Nur Mahmudi,” tanya Kasno.

Kasno minta masyarakat agar berpikir ulang agar yang dirasakan telah banyak merugikan masyarakat, khususnya masyarakat di Kecamatan Cinere dan Limo, harus berpikir cerdas.

Koordinator Gerakan Lokomotif Pembangunan (Gelombang), Cahyo Putranto mengatakan, sejumlah wilayah perbatasan Kota Depok memang sering dilupakan Pemerintah Kota Depok.

Walikota kerap menggembar-gemborkan telah melakukan pemerataan pembangunan. Salah satu bukti nyata tidak meratanya pembangunan adalah kerusakan Jalan Cinere yang selalu dikeluhkan warga Cinere.

“Ini menjadi bukti gagalnya janji Nur Mahmudi sebagai walikota periode 2006-2011, yaitu ingin membangun Kota Depok menjadi* lebih baik dan merata,” tuturnya.

Perbaikan butuh Rp6 miliar Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Dinas BM dan SDA) Kota Depok Yayan Ariyanto mengatakan Pemerintah Kota Depok telah berupaya melakukan perbaikan dan pelebaran Jalan Raya Cinere. Pelebaran telah dilakukan di sisi sebelah kiri dari pertigaan Jalan Lereng sampai Jalan Bandung. Sedangkan sisi kanan mulai dari Polsek Limo hingga ke Jalan Jakarta akan dilakukan menyusul karena masih dilakukan pembebasan lahan.

“Program Jalan Cinere akan ditebarkan dan dibe-ton agar tahan lama. Termasuk perbaikan drainasenya,” ujar Yayan.

Menurut Yayan, pelebaran dan perbaikan jalan Cinere akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2011. Untuk itu, diperlukan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk menyelesaikan masalah Jalan Cinere.

Untuk perbaikan Jalan Cinere, mulai Jalan Jakarta hingga Puri Agung sepanjang 2,2 Km telah diupayakan dengan program pemeliharaan yaitu penamba-lan jalan. “Akibat kondisi cuaca sangat ekstrem, jalan yang sudah ditambal banyak yang berlubang lagi. Ditambah lagi tidak ada drainase,” ungkapnya.

Mantan Camat Limo ini menegaskan bagi warga Cinere yang telah berkontribusi dalam membayar pajak kendaraannya di Depok sangat wajar untuk melakukan protes. Namun bagi warga Cinere yang berdomisili di Depok tetapi membayar pajak kendaraannya di DKI Jakarta sebaiknya tidak perlu berkomentar, karena tidak ada sumbangsihnya.

“Setiap tahunnya, Pemkot Depok hanya mampu membangun satu jaringan jalan baru untuk memecahkan problem kemacetan yang saat ini semakin dirasakan oleh seluruh warga Kota Depok,” tandas Yayan.

Menurut dia, dari 472 Km posisi jalan yang ada di Kota Depok sekitar 18 persen atau 84,96 Km kondisi jalan mengalami rusak. Apalagi kondisi cuaca ekstrem saat.ini, kerusakan jalan terus bertambah. Hal itu, karena hampir semua badan jalan tergenang air akibat kondisi drainase yang ada tidak terpelihara. Untuk itu, Yayan menegaskan ke depan semua perencanaan pembangunan jalan baru harus memperhatikan pembangunan drainase.

Sumber: bataviase

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*