SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

Jika Kisruh KPU Dibiarkan, Sulit Menggelar Pemilu Independen

NurulArifin.Com – Bila kekisruhan antara Sekjen Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan komisioner KPU terus dibiarkan, akan sulit menggelar pemilu yang independen. Sebab, sekjen yang tidak independen bisa mendikte para komisioner. Demikian disampaikan anggota Komisi II dari Fraksi Partai Golkar Nurul Arifin.

“Sudah mulai kelihatan siapa yang ingin powerfull. Seperti saling intip dan saling cari kesalahan,” kata Nurul dalam diskusi ‘Komisioner versus Sekjen KPU’ di Gedung Bawaslu, Jakarta, Jumat (16/11).

Menurut Nurul, kekuasaan birokrat memang cukup kuat karena mereka menguasai birokrasi. Ujungnya, timbul rasa ketidaksukaan. Hal ini pun pernah terjadi pada Pemilu 2009, saat ada kasus Andi Nurpati, yang didiamkan oleh biro hukum Sekjen KPU. “Ini kenyamanan akan terganggu,” katanya.

Namun menurut peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, apa yang terjadi antara sekjen dan komisioner KPU bisa dinilai positif yakni, mulai terbukanya persoalan yang terjadi. Menurut Titi, dalam pemilu-pemilu yang lalu pun memang ada dikotomi antara sekjen dan komisioner. “Ada persoalan mindset di sekretariat KPU, bukan pelayan tapi pada aspek ahli dan kepakaran,” kata Titi. Padahal, sekretariat itu pendukung sistem.[JurnalParlemen]

Tags: 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*