SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

Kenaikan Parliamentary Threshold

Dari kiri ke kanan : anggota Badan Legislasi DPR dari Demokrat Sucipto, Wasekjen Partai Golkar Nurul Arifin, dan Direktur Eksekutif Centre for Electoral Reform (Cetro) Hadar Gumay berbincang saat diskusi Dialektika di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/1).

NurulArifin.Com – Diskusi ini mengambil tema “Parliamentary Threshold dan Sistem Pemilu Ideal Dalam Revisi UU Pemilu”.

Menurut Nurul Arifin Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Bidang Kajian dan Kebijakan,  kenaikan ambang batas dilakukan agar politik yang saat ini terlalu cepat berubah menjadi lebih stabil. Kekhawatiran akan hilangnya banyak suara seiring dengan kenaikan ambang batas justru ditampik anggota Komisi II DPR ini.

“Suara tidak hilang, bahkan tidak akan pernah hilang karena mereka akan memilih lagi pada pemilu berikutnya. Tingginya ambang batas parlemen justru mengikis suara yang hilang,” jelasnya .

Prinsipnya, Golkar tidak ingin mematikan partai lain yang lebih kecil. Ini karena dia menganggap semua partai sudah mempunyai mekanisme untuk mempertahankan dirinya. Partai kecil, saran Nurul bisa konsolidasi lagi untuk tahun 2014. Dengan angka PT  5 persen, maka akan membuat penyederhaan partai dan hal ini sesuai dengan asas presidensial. Yaitu membuat parpol sesederhana mungkin dengan mengadopsi sistem distrik dengan memperbanyak daerah pemilihan (dapil) yang konsekuensinya memperkecil jumlah kursi perdapil. Dari perdapil 3-10 menjadi 3-7 kursi perdapil.

Selain meningkatkan PT, Fraksi Partai Golkar juga mengusulkan untuk mempersempit daerah pemilihan. Kalau dapil diperkecil sehingga jumlahnya banyak, itu akan mendekatkan dengan konstituen. Dan untuk mengatasi problema biaya kampanye tinggi.

Nurul Arifin, menolak kecurigaan bahwa partai besar yang mematok usulan PT di angka 5 persen merupakan upaya untuk membunuh partai-partai kecil. “Tidak, ngapain bunuh-bunuhan. Semua orang sudah pintar dan punya mekanisme mempertahankan diri” ujarnya

Nurul membantah dengan memasang pagar tinggi melalui PT, Golkar ingin kembali kepada hasrat untuk kembali pada kejayaan partai berlambang pohon beringin ini seperti pada masa lalu. Menurut dia, proses demokrasi saat ini sudah berjalan dengan transparan. Kalaupun ingin kembali pada kejayaan di masa lampau, Nurul mengatakan Golkar akan menempuhnya dengan cara-cara yang demokratis.

Dari berbagai sumber

Foto : Koran Jakarta, 7 Januari 2010

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*