SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

Lebaran Ala Nurul Arifin

NurulArifin.Com – Lain politisi lain tradisi di waktu lebaran. Jika sebelumnya Ingrid Kansil asyik dengan mudik dengan makanan khas Cianjur. Begitu pula Ganjar Pranowo yang selalu jadi tukang potong ayam. Lantas gimana tradisi lebaran si cantik dari Partai Golkar, Nurul Arifin.

Bagi mantan artis di era 90-an itu, saban perayaan lebaran dia tidak pernah ketinggalan menyalakan mercon berukuran gede saban malam takbiran. Tapi jangan salah, bukan dia sendiri yang menyulut. Melainkan suami, anak, dan keponakan.

Anggota Komisi II DPR ini pun tak canggung mengakui bila bermain mercon gede ini ialah kegemaran suaminya, Mayong.”Wahh… Enggak tahu, Mayong tuh yang suka beli. Kembang api juga yang gede-gede.”

Nurul yang miskin mama dan papa sejak lahir ini setiap tahun selalu mudik ke Bandung pada H-1. Karena jarak tempuh Jakarta-Bandung tidak terlalu jauh, dia menggunakan kendaraan sendiri yang dikemudikan suaminya.

Selama 4 hari di kampung halaman, dia juga tidak melewatkan nyekar ke makam orang tua dan kumpul dengan kakak-kakak dan teman-teman sekolahnya dulu.”Bahasa sundanya Sosonoan,”kata dia.

Selain menikmati bunyi mercon yang dinyalakan suaminya, politisi partai beringin ini juga tak lupa memasak ketupat opor ayam bareng keluarga. Apa saja bahanya? Nurul lancar menjawab; opor ayam, sambel goreng ati plus pete, semur lidah, gule kambing dan acar. Glek!

Sementara itu, kenangan paling menggembirakan tentu ketika orang tuanya masih hidup. Lazimnya seorang anak, berlebaran bareng orang tua terasa lengkap lahir dan batin.”Saya jadi yatim piatu sejak tahun 1997, sudah 18 tahun. Suka rindu orang tua,” tandasnya.

Namun bagi dia ada momentum tidak mengenakan sepanjang perayaan lebaran, yakni ketika berlebaran di Mekah pada tahun 1994. Ternyata lebaran di sana justru merasa terasing karena jauh dari keluarga. Apalagi di sana juga tidak ada ketupat.

“Cukup sekali itu saja lebaran di Mekah. Kalau ibadah puasa enak di sana. Enggak berasa, soalnya waktunya buat ibadah semua,” kata dia memungkasi.[Merdeka.com]

Tags: 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*