SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

Mayong Tak Protes Meski Nurul Arifin Sibuk Jadi Anggota DPR

Sebagai anggota DPR, Nurul Arifin mengaku tak kesulitan membagi sebagai waktunya dengan menjadi ibu ramah tangga dan anggota DPR. Menurut Nurul, Mayong Suryo Laksono, suami dan kedua anaknya, Maura Magnalia Madyaratri dan Melkior Mirari Manusakrti, sudah dapat mengerti dan mendukung posisi dan tugas seorang Nurul.

“Kalau saya sih enggak ada dukanya. Karena saya berangkat dari rumah, urusan di rumah sudah selesai. Artinya saya tidak ada masalah dengan suami dan anak-anak. Justru yang membuat karier saya cemerlang karena support dari rumah itu bulat,” kata Nurul. “Jadi saya sudah selesai dengan diri sendiri. Saya sudah selesai dengan pekerjaan rumah, saya sudah selesai dengan Nurulnya sendiri, bahwa Nurul yah begini. Saya enggak mungkin mengubah-ubah penampilan saya, dan saya tidak direpotkan dengan itu. Jadi yang saya kerjakan adalah 100 persen dengan politik ini,” tambahnya.

Nurul mengaku tidak perlu mengeluarkan energi banyak dan menyita wkatu untuk memberikan pemahaman khusus kepada suami dan kedua anaknya tentang tugas sebagai politisi.

“Karena sejak kecil, anak-anak telah melihat ibunya, bahkan sejak sebelum mereka lahir. Dan Mayong mengenal saya sebagai seorang pekerja, dulu kan main film yang suka meninggalkan rumah, ke luar kota. Jadi sekarang hanya profesinya yang beda, tapi waktu yang dialokasikannya sama, dan saya dengan Mayong tidak sulit, enggak ada masalah, semua mendukung dan dapat mengerti,” tutur Nurul.

Pemain film “Catatan Si Emon” itu juga belum pernah mendapat keluhan dari suami yang membuat rumah tangganya bermasalah gara-gara tugasnya sebagai anggota DPR. “Paling juga, kok ibu keluar kota terus sih, biasanya Mayong begitu. Kadang kala karena seringnya keluar kota untuk tugas, baru pulang tugas dan masukin koper, tiba-tiba besok paginya saya sudah buka koper lagi memasukkan baju. Mayong tanya, mau ke mana? Kok enggak bilang-bilang sama aku. Ku jawab, oh iya lupa, sorry yah May. Tapi, dia tahu lah saya pergi bukan main-main tapi untuk kerja,” ungkap Nurul.

Hal yang membuat Nurul senang menjadi anggota DPR, dirinya dapat bekerja dengan berbagai isu, berbagai macam profesi dan segmen. Berbeda dengan bekerja di film yang tidak begitu padat, isunya cuma satu. Jadi pembelajaran intelektual itu lebih banyak di partai dan parlemen, kita dituntut untuk cerdas. “Kalau di film, cerdas itu diukur dengan bagaimana kita memerankan peran yang diberikan kepada kita sesuai dengan kesungguhan. Tantangannya bermain sebaik mungkin, hafal dialog sepanjang mungkin, itu kepuasan. Tapi sekarang saya lihat film sudah jadi industri, bukan lagi sesuatu yang ideologi, bukan lagi pekerjaan yang idealis, sekarang enggak ada tantangan berbicara sendiri dalam satu sinetron yang panjang. Itu sudah enggak ada, sekarang lebih gampang jadi artis,” jelas Nurul saat membanding kebahagian dunia artis dan politik.(tribunnews).

Tags: 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*