SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

Melihat ke-Istimewaan Yogyakarta dari Perspektif Sejarah dan Budaya

NurulArifin.Com – Prof. Dr. Djoko Suryo,  sejarahwan senior mendapat giliran untuk dimintai pendapatnya oleh komisi II mengenai RUU K DIY pada RDPU tanggal 3 Maret lalu. Prof Djoko menjelaskan setidaknya ada empat landasan untuk melihat dan memahami lebih dalam tentang Yogyakarta.

1. Landasan Konseptual Keistimewaan Yuridis/Legal Formal

Pemahaman Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta yang pertama kali perlu dijadikan dasar kesamaan pemahaman dalam pembahasan RUUK DIY pada hakekatnya adalah kesamaan pemahaman yang didasarkan pada landasan konseptual tentang Keistimewaan yuridis/legal formal. Landasan konseptual keistimewaan yuridis/legal formal ini menegaskan bahwa Negara RI mengakui keistimewaan yang dimiliki oleh DIY didasarkan atas pengakuan yuridis/legal/hukum sebagai tercantum dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Pengakuan hukum tersebut tercantum antara lain dalam Pasal 18B ayat (1) dan ayat (2) UUD 1945, UU No. 22 Tahun 1948, UU No. 3 Tahun 1950, UU No. 9 Tahun 1955, UU No. 01 Tahun 1957, UU No. 18 Tahun 1965 dan UU No. 55 Tahun 1974.

Secara historis faktual dan empiris keistimewaan yuridis formal tersebut pada dasarnya telah dimiliki dan dilaksanakan secara aktual dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta yang berlangsung sejak 1945 hingga masa kini.

2. Landasan Konseptual Keistimewaan Historis Faktual

Fakta historis antara lain:

a.       Peristiwa bergabungnya Negari Ngayongyakarta Hadiningrat di bawah Sultan Hamengku Buwana IX dan Pura Kadipaten Pakualaman di bawah Sri Paduka Paku Alam VII ke dalam wilayah Negara RI, sebagaimana terekam dalam Amanat 5 September 1945.

b.      Yogyakarta menjadi ibukota Republik Indonesia (1945-1949) dan menjadi kota revolusi atau kota perjuangan (1945 – 1949).

c.       Yogyakarta menjadi penyelamat dan jembatan emas dalam perjuangan Republik Indonesia mencapai kemenangan dan pengakuan kedaulatan Negara RI oleh Pemerintah Kerajaan Belanda dan dunia internasional.

Landasan historis faktual tersebut dapat menegaskan kepada kita pemahaman bahwa keistimewaan yang dimiliki Yogyakarta benar-benar berlandaskan fakta historis yang dapat dipertanggungjawabkan.

3. Landasan Konseptual Keitimewaan Historis-Sosio Kultural

Latar filosofi dan sosio-kultutal yang dimiliki masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta ini secara spesifik perlu dipahami karena telah menjadi sumber kekuatan dan kemampuan adaptasi, akulturasi, inovasi dan kreativitas masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dalam menghadapi tantangan perubahan zaman sehingga mampu melancarkan dinamika perjalanan sejarahnya secara berkesinambungan dan berkelanjutan dari masa lampau hingga masa kini. Sumber kekuatan yang mendasar tersebut pada hakekatnya terletak pada nilai-nilai ajaran filosofi, moral dan spiritual serta nilai-nilai sosio kultural.

4. Landasasan Konseptual Keistimewaan Filosofis kepemimpinan Legal-Rasional-Kultural

Melekatnya jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur dengan kedudukan Sultan dan Sri Paku Alam selama ini mengisyaratkan sebagai perpaduan melekatnya bentuk kepemimpinan legal rasional (rational-legal authority) yang berlaku pada jabwan gubernur dan wakil Gubernur, dan bentuk kepemimpinan kultural (traditional authority) yang berlaku pada kedudukan Sultan dan Sri Paku Alam. Bentuk pengisian jabatan gubernur dan wakil gubernur telah berlangsung sejak awal 1945 hingga masa kini, telah berjalan sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku tanpa mengalami hambatan suatu apapun. Hal ini membuktikan bahwa bentuk pengisian gubernur dan wakil gubernur tersebut sejak lama telah diterima dan didukung oleh Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dari uraian tentang empat esensi landasan konseptual tentang Keistimewaan DIY tersebut ditinjau dari perspektif historis, filosofis, dan sosio kultural, maka diharapkan pembahasan RUUK-DIY akan dapat diselesaikan secara tepat, arif dan bijaksana. [Sekarwati, M.Si]

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*