SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

Nurul: Anggota KPU Terpilih Merupakan Komposisi Ideal

NurulArifin.Com – Terkait dengan tujuh anggota KPU terpilih, Anggoa Komisi II DPR RI, Nurul Arifin mengatakan bahwa para anggota terpilih ini merupakan kombinasi ideal.

Seperti diketahui, Kamis malam kemarin akhirnya DPR memilih tujuh komisioner KPU dan Lima anggota Bawaslu terpilih.

Ketujuh anggota terpilih tersebut adalah, Ida Budhiati, Sigit Pamungkas, Arief Budiman, Husni K.Manik, Ferry kurnia, Hadar Gumay dan Juri Ardiantoro.

“Komposisi ini  merupakan gabungan lengkap antara unsur pelaku penyelenggara pemilu sebelumnya, akademisi dan pemerhati pemilu. Mereka adalah orang-orang extra ordinary yang saya harap mampu menyelenggarakan pemilu secara profesional dan mandiri serta terwujudnya pemilihan umum yang luber dan jurdil karena mereka bisa dikatakan sebagai The Dream Team yang menjadi bagian penting dari  bangunan demokrasi di negeri ini,” kata Nurul dalam rilisnya.

Nurul mengucapkan selamat kepada para anggota terpilih seraya berharap secara pribadi, Ida Budhiati dapat terpilih menjadi ketua KPU karena menurut Nurul melihat dari kapasitasnya yang merupakan  gabungan dari praktisi pemilu (ketua KPUD Provinsi Jateng dua kali), ahli hukum dan sosok perempuan yang cerdas sehingga diharapkan bisa menambah nilai positif untuk KPU ke depan.

“Semoga poses  pemilihan dan hasil pemilihan ini akan menjadi awal yang baik bagi pemilu ke depan. Selamat!,” kata anggota fraksi Golkar itu.

Menanggapi bahwa hanya ada satu perempuan di KPU dan mengacu pada psl 6 (5) dan psl 72 (8) UU  15/2011, Nurul berpendapat bahwa harapannya memang seperti itu. Jika tidak bisa 30% perémpuan setidaknya ada dua perempuan di KPU. Tapi UU tidak menyebut soal sanksi dan kewajiban. Hanya menekankan pada kata minimal.

Menurut Nurul, jika mekanisme pemilihan tidak dilakukan dengan cara voting, tapi mufakat, dapat diupayakan keterwakilan perempuan minimal dua orang di KPU. Dalam tatib votingpun disebutkan bahwa peringkat didasarkan pada prinsip suara terbanyak kesatu dan seterusnya. Jadi akan sulit mengubah komposisi tersebut.
Kecuali ada mufakat bersama untuk menempatkan satu orang perempuan lagi.

“Tapi masalahnya, apakah dari yang anggota yang sudah terpilih mau untuk berkorban karena alasan UU tersebut? Jangan-jangan nanti malah menimbulkan gugatan ke pengadilan karena ada perlakuan diskriminatif. Menurut saya yang terbaik adalah patuh dan kembali pada peraturannya saja. Saya pribadi sangat bersyukur jika ada yang bersedia mundur demi satu orang perempuan lagi di keanggotaan KPU,” tutupnya.[Na]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*