SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

Nurul Arifin: Golkar Inginkan Demokrasi Lebih Bermakna

NurulArifin.Com – Anggota Fraksi Partai Golkar di DPR RI, Nurul Arifin, mengatakan, sebagai “Party of Idea”, partainya berkeinginan menciptakan demokrasi yang lebih bermakna bagi penguatan persatuan nasional dan kesejahteraan kesejahteraan rakyat.

“Di antaranya adalah dengan memastikan bahwa sistem Pemilihan Umum (Pemilu) yang kita miliki sungguh menjadi mekanisme yang relevan dengan kebutuhan untuk menciptakan demokrasi yang bermakna tersebut,” katanya kepada Antara di Jakarta, Sabtu (7/5).

Hal itu, menurutnya, merupakan salah satu hasil Tim Pengkajian RUU Bidang Politik, Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR RI.

Tim Pengkajian Revisi RUU Bidang Politik FPG terdiri atas Ibnu Munzir (Ketua), dengan anggota Agun Gunanjar, Taufik Hidayat dan Nurul Arifin yang mantan aktris dan kini juga aktif dalam aksi pemberdayaan kaum perempuan itu.

Terkait kebutuhan menciptakan demokrasi yang bermakna itu, Nurul Arifin lanjut menuturkan, dari sisi perwakilan, tetap saja mengemuka keinginan kuat untuk selalu memberi wadah bagi kaum perempuan, kelompok ahli, golongan minoritas, dan pegiat partai.

“Ini dalam rangka menyeimbangkan antara pilihan popularitas dan kapabilitas serta ketentuan ‘affirmative action’,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, ini untuk menjembatani antararus suara rakyat dengan suara partai.

“Juga kedekatan hubungan kepada rakyat dengan kepada partai,” ujarnya.

Mengurangi Partai Politik Sedangkan pada wilayah kepartaian, demikian Nurul Arifin, selalu hadir pikiran keharusan mengurangi partai politik sampai jumlah yang bisa diterima secara moderat.

“Tentu dengan tetap memelihara keragaman partai sesuai ideologi dan pembelahan sosial yang ada dalam masyarakat,” tegasnya.

Di samping tentunya, lanjutnya, memperkuat peran partai politik di tengah semakin besarnya otonomi individu kader partai.

Termasuk, tuturnya, di dalamnya menemukan kompatibilitas antara kepartaian yang terbentuk dengan kabinet yang dianut.

Sementara itu, secara aspek Parlemen, Nurul Arifin dkk berkesimpulan, senantiasa mencuat cita-cita pemaknaan wajah lembaga wakil rakyat lebih mengedepankan nilai kredibilitas dan kapabilitas tanpa meninggalkan semangat akomodatif serta aspiratif.

“Ini tentu diperkuat dengan terbangunnya Parlemen atas dasar akuntabilitas, tetapi tetap memelihara juga proporsionalitas,” tandasnya.

Selanjutnya, sehubungan dengan ranah kabinet, ia mengatakan, tidak dapat dipungkiri sering berkumandang dalam dinamika politik di Indonesia, keniscayaan menciptakan pemerintahan yang stabil dan kuat.

“Yaitu suatu pemerintahan demikian yang berada di tengah-tengah tekad mengimbanginya dengan melaksanakan prinsip ‘checks and balances’ yang berlandaskan kepada tegaknya presidensialisme sebagai ketetapan dalam pilihan sistem Pemerintahan Indonesia,” pungkas Nurul Arifin. [investor.co.id 7/5]

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*