SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

Nurul Arifin: Jangan Generalisasi Politisi Perempuan Korupsi

NurulArifin.Com – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar (FPG) Nurul Arifin meminta semua pihak untuk tidak mengeneralisasi politisi perempuan, ketika jika ada oknum anggota DPR yang terlibat kasus korupsi.

Banyak anggota dewan yang perempuan, yang berprestasi di parlemen. “Jangan mengeneralisasi politisi perempuan secara keseluruhan, jika ada oknum perempuan di DPR yang terlibat kasus korupsi,” kata Nurul Arifin pada diskusi “Memperkuat Peran Politik Perempuan Dalam Konstitusi dan Praktik” yang diselenggarakan MPR RI di Jakarta, Senin (14/5).

Hadir sebagai pembicara Wakil Ketua MPR RI Melani Leimena Suharli.

Nurul mengakui, terlepas dari berbagai persoalan, memang peran perempuan untuk menjadi pimpinan fraksi di DPR masih sangat minim.

Bahkan belum ada  kesempatan untuk ke sana.Tetapi dia sangat mengapresiasi ketika secara legitimasi perempuan diberikan kuota 30 persen.

“Jadi, ketika kita minta 30 persen, perjuangan kita sangat berat, karena laki-laki merasa dirampok haknya. Tapi, kalau dikatakan perempuan tidak bekerja setelah itu sangat salah. Sebab, banyak yang sudah dihasilkan perempuan parlemen, seperti UU terkait tentang gender dan perempuan,” kata Nurul. [SP]

Berita Terkait :

  1. Nurul Arifin: Jangan Jadikan Perempuan Mainan Politik
  2. Nurul: Keterwakilan Perempuan Jangan Setengah Hati
  3. Nurul Arifin: Masyarakat Frustasi Masalah Korupsi
  4. Nurul Arifin Ajak Perempuan Berani Berpolitik Praktis
Tags: ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

2 Responses

  1. Sukses mbak Nurul…. kami berharap dapel 3 jateng pada pemilu 2014 ada caleg perempuan dari Golkar dari artis seperti mbak Nurul untuk mendongkrak suara golkar pada pemilu 2014 tolong nbak Nurul .

  2. Saya bertani di wilayah Gabus tepatnya didesa SRIJAYA. Saya kasian melihat nasib petani disana. Yang mana mayoritas penduduknya bertani tapi nggak pernah dibina. saya sendiri hampir 3 tahun ini menyewa lahan kira kira hampir 2 hektar disitu untuk tanaman sayur dan horti. Saya berpikir petani didaerah tersebut ibarat tikus mati dilumbung padi. Dari teknologi dan wawasan bertaninya masih amat jauh ketinggalan. Padahal dekat dengan Jakarta. Belum lagi sebentar lagi dibangun ruas toll didaerah itu. Yang otomatis bakal menyulap lahan pertanian jadi kawasan perumahan. Trus bagaimana nasib para petani nantinya..
    Kalau nggak salah itu wilayah dapilnya mbak Nurul. Saya menawarkan diri untuk membantu para petani disana tapi saya pengen ada tenaga pendampingan. Saya ada sedikit pengalaman sekolah tani diJepang ..jujur saya melihat lahan pertanian digabus adalah bagaikan lahan emas karena kesuburannya. tapi sayang mereka para petaninya masih jauh dari teknologi pertanian terkini. Saya yakin mabk Nurul nggak bakal tega akan membiarkan simpatisannya akan tergeser menjadi babu atau tukang kebun. Bagaimana tidak sekarangpun masih banyak anak anak yang nggak sekolah SD sekalipun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*