SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

Nurul Arifin: Jangan Jadikan Perempuan Mainan Politik

NurulArifin.Com – Aturan Satgas Antipornografi yang memberlakukan larangan pemakaian rok di atas lutut, disesalkan Anggota Komisi II DPR Nurul Arifin.

Menurut Nurul, jika itu dijadikan tolak ukur, keberadaan perempuan selalu jadi target politik pengalihan, serta sangat tidak substantif dan diskriminatif.

“Saya menyesalkan sikap kerdil satgas pornografi yang berencana membuat aturan tentang panjang rok di bawah lima sentimeter. Bagi saya, bukan panjangnya rok yang menjadi tolak ukur dengan maraknya tindak kekerasan terhadap perempuan utamanya perkosaan. Dari perspektif sebaliknya, saya menaruh iba pada laki-laki yang syahwat birahinya hanya diukur dengan panjang pendeknya rok perempuan,” ujar Nurul dalam siaran persnya, Rabu (28/3/2012).

Persoalan kekerasan terhadap perempuan, lanjutnya, bukan semata-mata karena rok mini. Banyak persoalan terkait yang membuat hal itu terjadi, seperti persoalan keamanan dan kenyamanan transportasi angkutan umum, maraknya peredaran pornografi, serta minimnya pendidikan tentang kesehatan reproduksi dan etika.

“Kuncinya, ya pendidikan itu. Sekali lagi, jangan jadikan perempuan mainan politik yang sifatnya subordinasi dan diskriminasi. Negara secara struktural bertindak tidak fair terhadap warga negaranya,” beber Nurul.

Sebelumnya, Menteri Agama Suryadarma Ali yang menjadi ketua harian satgas tersebut mengatakan, satu di antara aturan yang akan diterapkan adalah rok perempuan tidak boleh di atas lutut.

“(Aturan) itu sesuatu yang khusus untuk Bali dan Papua. Karena memang budayanya seperti itu. Tapi, kami berpendapat harus ada kriteria umum. Misalnya, untuk rok perempuan harus di bawah dengkul,” kata Suryadharma sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII di Gedung DPR, Jakarta, Rabu lalu.[Tribun]

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*