SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

Nurul Arifin Tak Yakin RUU Pemilu Rampung September

NurulArifin.Com – Anggota Komisi II DPR, Nurul Arifin mengatakan, Rancangan Undang-Undang Pemilu tak akan selesai September 2011. Pasalnya, draf RUU Pemilu baru saja disahkan sebagai RUU Pemilu pada rapat kabinet paripurna beberapa waktu lalu.

“Saya gak yakin kalau RUU Pemilu selesai bulan September 2011. Mungkin bulan Oktober atau November akan selesai,” kata Nurul Arifin di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (25/8).

Menurut Nurul, usai Idul Fitri 1432 Hijriah nanti, akan dibentuk panitia khusus RUU Pemilu.

Sementara itu, terkait RUU Penyelenggara Pemilu, Panitia Kerja RUU Penyelenggara Pemilu akan menemui pimpinan DPR untuk melobi soal keanggotaan KPU dan Dewan Kehormatan KPU. “Tanggal 6 September 2011, Panja RUU Penyelenggara Pemilu akan menemui pimpinan DPR,” kata politikus Partai Golkar ini.

Ia menjelaskan, lobi dilakukan karena tidak bertemunya keinginan pemerintah dan DPR  soal keanggotaan KPU dan DK KPU. Pemerintah menginginkan agar anggota KPU boleh dari partai politik dan akan mundur dari partai setahun sebelum dilantik sebagai anggota KPU.

Sebaliknya, DPR menginginkan bila ada orang dari partai politik ingin menjadi anggota KPU, maka saat mendaftar sebagai anggota KPU, harus mengundurkan diri.

Untuk anggota DK KPU, pemerintah menginginkan agar ada unsur dari pemerintahan. Tapi DPR tidak mau. Sebab, ada kekhawatiran jika DK KPU dari unsur pemerintah, maka intervensi tak bisa dielakkan.

“Semua parpol trauma seperti Pemilu 2009 kecuali Partai Demokrat, pungkas Nurul.[metrotvnews]

Berita Terkait :

  1. Nurul Arifin: Mesin Golkar Sudah Panas, Siap Menangkan Pemilu
  2. RUU PEMILU – Nurul: Demokrasi Harus Lebih Bermakna
  3. RUUK DIY bisa Rampung Pada Pertengahan Tahun
  4. UU PENYELENGGARA PEMILU – Disayangkan, Fraksi Demokrat Mengulur Waktu
Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*