SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

Nurul: Capres Butuh Modal Politik dan Uang

NurulArifin.Com – Calon presiden yang akan maju dalam pemilihan presiden pada 2014 harus memiliki modal dukungan politik, modal dukungan sosial, dan modal kemampuan ekonomi yang kuat. Dari sejumlah nama capres yang disebut-sebut, hanya Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie yang memiliki tiga modal utama itu.

Pendapat itu disampaikan Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Nurul Arifin di Jakarta, Kamis (5/1). Menurut Nurul Arifin, setiap tokoh yang ingin mengikuti bursa pencalonan pada Pilpres 2014 tidak bisa maju hanya dengan tangan kosong, tanpa memiliki modal politik, sosial, dan ekonomi untuk ikut bersaing dalam pertarungan.

Nurul Arifin menilai hanya Aburizal Bakrie yang memenuhi kriteria tersebut. Mantan Menko Kesra ini dianggap memiliki ketiga modal utama tersebut.

“Kekuatan partai politik pengusung menjadi faktor penting. Untuk Pak Ical (panggilan Aburizal Bakrie–Red), tentu dukungan politik sudah diperoleh dari Partai Golkar dan partai politik lain,” ucapnya.

Begitu juga dari sisi sosial, menurut dia, banyak yang sudah dilakukan dan disumbangkan Ical. Lalu dari sisi kemampuan ekonomi atau keuangan, tentu tidak bisa diragukan lagi.

“Tidak hanya melihat dari kepentingan pribadi, tetapi banyak pengabdian Pak Ical yang sudah diberikan demi kesejahteraan rakyat dan memajukan bangsa,” katanya.

Pengamat politik Akbar Tandjung Institute Alfan Alfian menilai, partai politik sebaiknya meningkatkan konsolidasi internal dalam rangka menyiapkan kader-kadernya untuk mengikuti bursa pencalonan presiden pada Pemilu 2014, dibanding hanya mengumbar kritikan atau saling serang dengan lawan politik lainnya.

“Konsolidasi internal ini menjadi hal yang penting ketimbang melakukan psywar antarpartai politik,” katanya.

Menurut dia, elite politik hendaknya menahan diri atau melakukan seleksi terhadap pernyataan-pernyataannya menyangkut lawan politiknya. Dalam hal ini, sudah selayaknya partai politik memfokuskan diri melakukan kompetisi dengan lebih bermutu dan berkualitas.

“Perdebatan yang mengemuka seharusnya yang lebih mengarah pada hal-hal yang mendasar atau substansial daripada hanya untuk mengedepankan kepentingan sendiri. Rakyat akan melihat sejauh mana partai politik memiliki hasrat untuk mengedepankan isu-isu yang berkaitan dengan nasib bangsa ini,” katanya.

Alfan tidak memungkiri jika pada tahun 2012 ini iklim politik akan makin memanas. Tetapi, dia berharap agar kegaduhan yang terjadi tidak hanya berujung pada upaya saling menyerang antarelite politik terkait persiapan pemilu mendatang.

“Perhatian partai politik akan terkonsentrasi pada kompetisi dalam rangka menarik dukungan rakyat pada pemilu mendatang. Secara logika, mendekati 2014 suasana politik akan makin dinamis,” ujarnya.
Yang terpenting, menurut Alfan, pemerintah selaku pemimpin koalisi harus meningkatkan manajemennya dalam mengelola aktivitas partai koalisi pendukungnya.

Sementara itu, para kader Partai Golkar di daerah sangat mendukung rencana Partai Golkar menetapkan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden pada akhir tahun ini.

Hal itu disampaikan sejumlah petinggi Partai Golkar di daerah, seperti Ketua DPD Partai Golkar NTT Ibrahim A Medah dan rekan-rekannya.

“Kita mendukung DPP Partai Golkar menetapkan capres pada tahun 2012. Maksudnya, agar kita memiliki cukup waktu untuk bekerja,” kata Ibrahim A Medah di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (5/1).

Senada dengan Medah, petinggi Partai Golkar di NTT lainnya juga mendukung hal sama. Berdasarkan pengalaman pilpres lalu, tidak cukup waktu untuk bekerja memenangkan capres karena penetapannya sangat mepet.

Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (4/1), menjelaskan, Partai Golkar akan mendeklarasikan calon presiden yang akan diusung pada Pemilu 2014 melalui forum rapat pimpinan nasional pada akhir 2012.

“Saat ini Partai Golkar terus membangun komunikasi dengan masyarakat guna meningkatkan elektabilitas baik partai maupun calon presiden,” katanya.

Idrus menjelaskan, Partai Golkar sampai saat ini masih melakukan survei secara periodik dan berkomunikasi dengan masyarakat dalam upaya peningkatan elektabilitas partai. Partai Golkar ingin memiliki calon presiden jadi pada Pemilu Presiden 2014. Ia mengatakan, saat ini elektabilitas Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie terus meningkat.

Sementara itu, meski saat ini Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum menyebut nama untuk Pilpres 2014, Hidayat Nur Wahid yang juga anggota Majelis Syuro PKS mengaku secara pribadi melirik sosok Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk maju dalam pemilu mendatang. Menurut Hidayat, saat ini Indonesia membutuhkan orang yang terbiasa mengelola organisasi dalam skala besar.

“Saya secara pribadi bukan atas nama PKS melirik Dahlan Iskan, sebab beliau sosok yang konkret memiliki track record yang jelas, sukses dalam berbagai bidang dan terukur. (Dia) pekerja keras dan bukan tipe orang yang suka ngomong dan mengumbar pencitraan dan memiliki komunikasi yang baik,” ujar Hidayat Nur Wahid yang juga anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Hidayat mengatakan, PKS baru akan memunculkan nama calon presiden dan calon wakil presiden setelah undang-undang mengenai pemilu dan pilpres selesai.

“Hal ini terkait dengan penentuan parliamentary threshold (PT). Jika ternyata PKS tidak memenuhi ketentuan itu, akan kurang produktif jika PKS mengajukan nama capres sekarang. Selain itu, kami perlu mencermati agar rakyat tidak makin apatis bahwa berpolitik hanya sekadar perebutan kekuasaan dan pemilihan presiden,” ujarnya.

Tetapi, bukan berarti saat ini partai tersebut belum mempersiapkan diri untuk menghadapi pemilu mendatang. Salah satu hal yang sudah dilakukan adalah membentuk tim yang akan melaksanakan pemilihan umum internal untuk mencari nama yang nanti diajukan kepada Majelis Syuro PKS.

“Nama yang diajukan bisa dari internal partai atau dari eksternal partai,” ujarnya.

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*