SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

Nurul: Masih Banyak Artis di DPR yang Bekerja Maksimal!

NurulArifin.Com – Anggota  DPR  dari  kalangan  artis  protes  keras  dituding  sebagai  biang  keladi  atas kualitas  kinerja  lembaga  legislatif  dalam  memproduksi undang-undang.

Pasalnya, jumlah mereka relatif sedikit dibandingkan kalangan lainya. Dari  560 anggota DPR, yang berasal dari kalangan artis  hanya 17 orang. Bahkan diantaranya beranin unjuk  gigi prestasi dengan anggota DPR dari kalangan profesi lainnya.  Di Komisi X yang anggota artis cuma tujuh orang berhasil menyelesaikan Undang-undang Tentang Cagar Budaya, dan Undang-Undang Tentang Gerakan Pramuka. Bandingkan dengan komisi lain yang justru belum bisa menyelesaikan UU sesuai target,” kata juru bicara Fraksi PAN Eko Hendro Purnomo kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Pria yang dikenal di grup Pelawak Patrio ini menegaskan, tidak pas menuding menurunnya kinerja DPR dengan keberadaan para pekerja seni di legislatif. “Jumlah pekerja seni di DPR hanya 0,2 persen, sehingga tidak pas kalau dibilang sejak diisi pekerja seni kinerja DPR tidak memuaskan,”sesalnya.

Hal senada diungkapkan Nurul Arifin, artis yang kini bergabung di Fraksi Golkar DPR ini menilai ini tidak adil bila turunnya prestasi legislatif karena keberadaan artis di DPR.

“Tidak fair jika mengarahkan telunjuk ke komunitas artis di DPR. Masih banyak artis di DPR yang bekerja secara maksimal.jangan digeneralisir,” tegasnya. Meski demikian, Nurul mengaku, sudah kebal dengan cap miring tersebut terhadap kalangannya di DPR. Dia hanya berharap semua calon anggota parlemen darimanapun latar belakangnya all out bekerja sebagai anggota legislatif.

Anggota Komisi IX DPR Okky Asokawati mengatakan, keberadaan artis di DPR tidak bisa langsung dijadikan penyebab menurunnya kinerja lembaga tersebut. Sebab, faktor pemicunya sangat beragam. Misalnya, kurangnya sinergi pemerintah dan DPR, kualitas dan peran tenaga ahli angota DPR, agenda rapat pleno yang kerap molor. “Jumlah kami kurang dari satu persen dari jumlah keseluruhan anggota dewan. Sangat tidak masuk akal kalau artis disalahkan. Seolah-olah artis menjadi kambing hitam atas segala kesalahan dan masalah yang timbul di DPR. Pernyataan dan tuduhan itu sangat tidak bijaksana,” tegas Anggota Fraksi PPP ini.Ditanya apakah dia dan rekan-rekannya yang lain akan menindaklanjutinya dengan melakukan somasi, Okky menegaskan, hal itu tidak dilakukan.  “Tidak ada gunanya melakukan somasi, atau mengadukan ke BK dan tindakan lainnya, justru semua itu akan menambah suasana semakin runyam,”tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR, Pramono Anung menilai ada kesenjangan yang nyata antara anggota DPR dimasa tahun 1999 dengan tahun 2009. Pada periode sekarang, anggota dewan banyak diisi oleh pemilik modal atau pengusaha dan figur artis. Sedangkan aktivitas partai malah sedikit. “ini membuat kinerja dan produk UU yang dihasilka oleh DPR terkadang sangat tidak memuaskan,” kata Pramono dalam sebuah diskusi publik di jakarta (24/5).  Menurut Pram, sebagian besar dari mereka tidak mempunyai pengalaman sebagai aktivis kemasyrakatan. Juga tidak punya rasa sensitif terhadap kepentingan masyarakat. Kinerja anggota dewan di periode tahun 1999 ini lebih baik daripada periode tahun 2009.

“Saya akui tidak lepas permasalahan yang cukup besar. Tapi secara umum kinerjanya lebih baik daripada sekarang,”ujarnya. Bekas Sekjen PDIP ini mengatakan, contoh nyata yang dapat dibandingkan yakni tentang produk UU periode tahun 1999. Walaupun belum ngetrend, tapi produk UU saat ini yang di judicila review bisa dikatakan sangat sedikit sekali. “Namun periode sekarang, ada UU yang baru ini diketok dan disahkan, besok langsung judicial review. Ini menunjukan produk UU-nya sangat buruk,”ungkapnya. Selain itu, lanjut Pram, masalah etika, masalah kehadiran anggota dewan dan masalah  kontroversial lainnya lebih baik di masa 1999 dibanding 2009.[RM 1/5/11]

Tags: 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*