SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

Nurul: PT 5 Persen Cukup Moderat

NurulArifin.Com – Pembahasan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) dalam penyusunan revisi Undang-Undang tentang Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah masih berlangsung alot. Fraksi-fraksi di Badan Legislasi DPR masih belum satu pandangan dan terbelah menjadi tiga kelompok.

Kelompok pertama adalah Fraksi Partai Golkar (F-PG) dan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) yang ingin ambang batas parlemen dinaikkan dari 2,5 persen menjadi 5 persen. Fraksi Partai Demokrat (F-PD) setuju dengan kenaikan ambang batas itu, tetapi tak setinggi yang diusulkan F-PG dan F-PDIP.

Kelompok ketiga adalah fraksi-fraksi yang mengusulkan agar ambang batas parlemen tetap 2,5 persen, seperti diatur dalam UU Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu DPR, DPD, dan DPRD.

”Parliamentary threshold belum bisa disepakati. Di luar bisa saja partai berkomentar apa pun, tetapi di Baleg DPR, fraksi-fraksi terbagi menjadi tiga kutub,” ungkap anggota Baleg dari F-PD, Sutjipto, dalam diskusi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/1). Pembahasan revisi UU Pemilu DPR, DPD, dan DPRD dilakukan Baleg DPR.

Pada mulanya, F-PD mengusulkan ambang batas parlemen dinaikkan menjadi 5 persen. Namun, setelah melihat perkembangan, mereka menurunkan usulan angka ambang batas itu menjadi 4 persen.

Menurut Sutjipto, angka 4 persen merupakan jalan tengah untuk menyelesaikan perbedaan pandangan. ”Angka 5 persen terlalu tinggi, sementara 2,5 persen terlalu rendah. Kami ambil 4 persen. Ini angka santun,” ujarnya lagi.

Sementara itu anggota Komisi II DPR yang juga merupakan anggota Baleg dari FPG, Nurul Arifin masih berpegang pada PT 5 persen. Menurut Nurul yang juga Wasekjen Golkar ini, angka PT 5 persen cukup moderat.

“Angka 5 persen ini sudah tidak terlalu besar dan sudah santun. Nanti akan kami perjuangkan di baleg untuk dicari seperti apa kesepakatannya,” jelasnya.

Nurul juga menambahkan bahwa usulan PT 5 persen yang diajukan partai Golkar sesuai dengan semangat penyehatan demokrasi.

“Golkar tidak pernah berkeinginan kembali ke kejayaan masa lalu. Golkar ingin memenangkan pemilu tetapi tidak dengan cara otoriter untuk menaikkan PT untuk kejayaan partai besar,” jelas Nurul.

Menurut Nurul, terlalu banyak parpol justru kontraproduktif dan boros. “Banyak partai banyak ongkos politik lebih mahal. Oleh karena itu kami juga mengusulkan pengurangan dapil,” tandasnya. [Sak]

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*