SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

Panja Mafia Pemilu Nggak Ragu Bidik Kursi Ahmad Yani

NurulArifin.Com – Panitia Kerja (Panja) Mafia Pemilu bertekad tidak akan tebang pilih dalam membongkar dugaan berbagai praktik mafia pemilu, baik pemalsuan surat keputusan maupun jual beli suara di Mahkamah Konstitusi. Termasuk kepada anggota DPR aktif, panja berjanji akan memprosesnya.

Saat ini, panja yang dipimpin Chairuman Harahap tersebut tengah menyelidiki dugaan pemalsuan surat MK yang ditengarai melibatkan Andi Nurpati (Mantan komisioner KPU ) dan Dewi Yasin Limpo (caleg DPR dari Partai Hanura). Terbaru, panja mendapat informasi dari Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary tentang kejanggalan kursi anggota DPR dari Fraksi PPP, Ahmad Yani.

Anggota Panja Mafia Pemilu Nurul Arifin menyatakan, panja akan serius menerima dan menindaklanjuti kasus patgulipat suara di Pemilu 2009 lalu. Termasuk sengketa suara Pemilu DPR yang melibatkan anggota DPR terpilih dari PPP Ahmad Yani.

Dikatakan, pembahasan sengketa tersebut berawal dari adanya laporan bekas calon anggota DPR dari PPP Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatra Selatan I Usman M Tokan. Untuk itu, nantinya, panja perlu mendengarkan langsung dari pihak yang bersengketa, baik Ahmad Yani maupun Usman M Tokan.

“Kita harus menghormati azas praduga tidak bersalah,” ujar Nurul di Jakarta, kemarin.

Ahmad Yani geram dituding kursi yang didudukinya sebagai kursi haram. Anggota Komisi III DPR ini menilai, tudingan tersebut merupakan pembunuhan karakter. Dia menduga dirinya akan di-“Misbakhun”-kan karena kevokalannya di Senayan.

“Itu pembunuhan karakter. Saya tidak tahu ada pihak-pihak siapa yang keberatan dengan suara vokal saya di DPR,” kata Yani di Kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin.

Dia menduga, mencuatnya tuduhan penggelembungan suara di Dapil Sulawesi Selatan I terjadi akibat dirinya kerap berbicara kasus suap di Kementerian Pemuda dan Olah Raga. Dia bilang, tuduhan kepadanya juga dikeluarkan ketika mencalonkan ketua umum PPP beberapa waktu lalu.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR (13/9), Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary membeberkan data-data dugaan kursi haram Ahmad Yani. Dia bilang, pada 9 mei 2009, KPU mengeluarkan daftar calon anggota DPR terpilih dari Dapil Sumatra Selatan I.

“PPP memperoleh satu kursi DPR atas nama Usman M.Tokan,caleg nomor satu. Akan tetapi pada pleno KPU 2 September 2009, KPU menetapkan caleg terpilih adalah Ahmad Yani,” paparnya.

Berdasarkan alasan yang di sampaikan Usman M Tokan, kata Hafiz, Ahmad Yani caleg nomor dua dari PP Dapil Sumsel I bukan peraih suara terbanyak. Karena itu, Yani tidak berhak mendapat kursi. Hafiz mengakui ada kekeliruan dan kesalahan yang dilakukan KPU ketika KPU menetapkan anggota DPR PPP dari Dapil Sumsel I.[RM 15/7]

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*