SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

Pers Release : Merger Partai

Nurul Arifin

Persoalan yang diperdebatkan adalah terkait anggota DPRD yang Parpolnya tidak lolos untuk mengikuti Pemilu 2014, namun telah bergabung dengan partai yang lolos untuk mengikuti Pemilu 2014. Mengingat banyak Anggota DPRD yang berasal dari sejumlah Partai politik yang mengikuti Pemilu 2009, ternyata sudah pindah partai dan bahkan mereka telah memiliki Kartu Anggota partai lain supaya bisa menjadi Caleg, padahal secara formal mereka masih menjadi anggota partai politik yang mengusungnya pada Pemilu 2009. Hal ini diperdebatkan juga secara serius dalam pembahasan Rancangan Peraturan KPU.

Di dalam UU No. 27/2009 Tentang MD3 Pasal 213 ayat (1)  mengatur bahwa “Anggota DPR berhenti antarwaktu karena: a. meninggal dunia; b. mengundurkan diri; atau c. diberhentikan. Dalam ayat (2) disebutkan Anggota DPR diberhentikan antarwaktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, disebutkan beberapa item. Ada tiga item yang diatur disitu, yakni di huruf e. diusulkan oleh partai politiknya sesuai dengan peraturan perundang-undangan; h. diberhentikan sebagai anggota partai politik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; atau i. menjadi anggota partai politik lain.

Lalu bagaimana kalau Partainya ternyata pasif dan tidak mau mengajukan PAW kepada pimpinan DPRD. Maka seharusnya yang mengambil sikap adalah Badan Kehormatan DPRD yang akan memutuskan untuk diberhentikan. Tapi bagaimana kalau ternyata itu juga tidak terjadi?. Instrument hukum tidak menentukan langkah selanjutnya yang akan diambil. Kata “diberhentikan” dalam ayat 92) sifatnya aktif, tetapi proses untuk menetapkan pemberhentian sifatnya “pasif”. Karena harus menunggu surat PAW dari Parpol maka baru bisa diproses untuk diberhentikan. Disinilah diperlukan ada laporan baik dari sesama Partai, Partai lain atau dari pihak lain bahwa yang bersangkutan memegang partai ganda. Duduk di DPRD dengan menggunakan atribut partai yang berbeda dengan atribut yang digunakan untuk menjadi Calon Anggota legislatif.

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*