SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

Persoalan Kualitas Bukan Hanya Masalah Perempuan

NurulArifin.Com – Apakah kebijakan afirmasi bagi perempuan untuk duduk di lembaga legislatif sejak Pemilu 2004 dan 2009 sudah ada manfaatnya?

Manfaatnya jelas sudah ada, meskipun belum maksimal seperti diharapkan, yaitu tercapainya jumlah 30 persen perempuan di lembaga legislatif.

Manfaat yang sudah bisa dirasakan pertama, adanya kepastian peluang bagi perempuan untuk berkiprah di dunia politik yang dilindungi oleh undang-undang. Manfaat ini saya harap bisa mendorong banyak perempuan terjun ke dunia politik. Karena tanpa jumlah perempuan yang banyak, maka partai akan menemui kesulitan untuk memenuhi kuota 30 persen untuk dimasukkan dalam daftar caleg. Partai politik akan dapat berkilah bahwa perempuan yang berminat dan berkualitas untuk terjun ke dunia politik berkurang.

Kedua, dari kebijakan afirmasi ini juga mendorong partai politik untuk memperbanyak dan meningkatkan kualitas kader perempuannya jika tidak ingin kursi tersebut diisi oleh partai politik lain di mana kader perempuannya lebih banyak dan lebih berkualitas. Hal ini menjadi stimulan bagi partai politik untuk memperbaiki sistem rekrutmen dan kaderisasinya.

Ketiga, karena kebijakan ini terus didengungkan dan disosialisasikan, diharapkan memberikan pencerahan bagi masyarakat luas bahwa keterwakilan perempuan di lembaga legislatif sangat penting, karena kita membutukan pemimpin-pemimpin perempuan. Tujuannya dapat menyuarakan kepentingan perempuan dan membawa agenda perempuan.

Apa masih perlu dilakukan upaya-upaya untuk mendorong ke arah terwujudnya 30 persen keterwakilan perempuan di parlemen?

Ya, masih. Untuk memastikan kebijakan yang dibuat terkait dengan keterwakilan perempuan masih menjadi kepentingan semua pihak.

Apa kendalanya?

Masih adanya pandangan dari kelompok pria yang masih menganggap bahwa urusan keterwakilan perempuan adalah urusan perempuan. Sehingga mereka enggan membahas persoalan tersebut dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu masih butuh advokasi dan dorongan yang kuat dari kelompok aktivis perempuan untuk mendorong sensitivitas gender di kalangan pria.

Sampai saat ini masih sedikit perempuan yang mau dan memiliki kemampuan untuk terjun ke dunia politik karena politik diasosiasikan kotor dan sangat maskulin.

Bagaimana petanya dalam perjuangan ke arah tersebut dalam revisi UU Nomor 10/2008? Apakah semua fraksi sudah ada suara bulat?

Sudah ada kesepahaman bersama tentang pentingnya mewujudkan keterwakilan perempuan di parlemen. Namun demikian, karena kultur dan kepemimpinan pada partai politik masing-masing berbeda, agak sulit memastikan apakah semua partai politik akan mewujudkan itu dalam langkah yang konkret dengan adanya perempuan yang mereka persiapkan untuk jadi calon terpilih dalam daftar caleg dalam Pemilu 2014 yang akan datang.

Apa sih sebetulnya yang diharapkan jika keterwakilan perempuan mencapai 30 persen di parlemen?

Perempuan bisa menyumbangkan pemikiran dan perspektifnya dalamkebijakan yang dihasilkan parlemen. Karena pemikiran dan perspektif menganalisis sesuatu masalah akan berbeda dari laki-laki. Hal ini akan memperkaya kualitas kebijakan yang dihasilkan.

Kedua, kecenderungan perempuan untuk lebih perhatian dan detail membahas persoalan-persoalan kesejahteraan, pendidikan, kesehatan atau basic need merupakan salah satu faktor penting yang ditunggu masyarakat. Masyarakat menunggu ada hasil yang signifikan jika perempuan lebih banyak di parlemen,

Ada yang berpendapat, tidak soal jumlahnya tapi kualitas anggota legislatif perempuan yang perlu dibenahi. Apa pendapat Anda?

Persoalan kualitas bukan hanya persoalan anggota legislatif perempuan tapi juga kaum prianya; tidak semua anggota parlemen pria memiliki kualitas yang bagus. Namun, kami memang berharap bahwa jumlah berbanding linear dengan kualitas.

Bagaimana untuk mendapatkan caleg perempuan yang berkualitas?

Rekrutmen dan kaderisasi yang dilakukan secara terus-menerus baik oleh partai politik maupun oleh masyarakat.

Apa yang dilakukan Partai Golkar untuk meningkatkan keterwakilan dan kualitas perempuan yang duduk di legisltaif?

Kami melakukan training yang sifatnya reguler untuk semua angkatan kader yang masuk ke PG. Baik kader junior maupun senior selalu mendapat pelatihan, baik pelatihan untuk kapasitas pribadi maupun pelatihan untuk mengindentifikasi isu-isu aktual dan problem.[Republika]

Tags: 
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. Pingback: Dewi Sagita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*