SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

RDPU RUU tentang Pengendalian Dampak Produk Tembakau Terhadap Kesehatan

NurulArifin.Com – Kamis, (10/02), Badan Legislasi DPR RI melakukan RDPU dengan Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) , Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan PT Indo Berdikari untuk membahas  masukan untuk RUU tentang Pengendalian Dampak Produk Tembakau Terhadap Kesehatan.

Rapat dipimpin oleh Ibu Ida fauziah. Kesempatan pertama diberikan kepada AMTI. Mereka menyampaikan mengenai pencantuman ukuran peringatan kesehatan dalam bungkusan Rokok, dari yang ukurannya 15% dibagian depan, akan ditambah ukurannya  dibagian depan dan belakang masing-Masing 30%. Selain itu AMTI mempersoalkan Larangan menggunakan brand industry seperti kata Mild Live dalam perusahaan rokok Sampeorna bisa menyesatkan. Karena itulah yang menjadi pembeda berbagai industry rokok dan menjadi alat persaingan industry mereka.

Hal lain yang menjadi upaya masukan mereka terhadap RUU ini adalah Definisi Iklan Produk Tembakau. Definisi Iklan adalah komunikasi komersial yang mencakup iklan tembakau.

Kesempatan kedua diberikan kepada IDI. Sebuah organisasi profesi kedokteran. Menurut mereka, paling tidak, ada sekitar 70.000 ribu artikel yang membahsa tentang perokok dan asap rokok berbahaya bagi kesehatan. Ada sekitar 65 juta perokok aktif, 91 juta perokok pasif dalam rumah. Sekarang ini ada tren Peningkatan perokok pada usia remaja, yakni Usia 15 tahun keatas, dimana mereka masih rentan dengan penyakit kesehatan. Menurut IDI, merokok dapat menyebabkan faktor resiko. Di jantung, terjadi retakan pada pembuluh darah.

Dalam kaitannya dengan RUU ini, mereka mengusulkan agar RUU yang melindungi petani, atau khususnya Petani Tembakau. Karena yang menjadi persoalan sebenarnya adalah seberapa besar untung atau ruginya petani tembakau. Karena menurut asumsi IDI, Petani dan Buruh Tembakau tidak pernah diuntungkan, tetapi malah yang diuntungkan adalah industry rokok. Dalam kontek ini, menurut IDI, jika memang orientasinya adalah bisnis dan hendak bersaing dengan industry rokok besar, maka kenapa tidak mendirikan pabrik rokok di Amerika atau di Cina. Malah kita mendirikan perusahaan Rokok di dalam negeri yang asapnya menguap disekitar kita. Dalam RUU ini, Petani membutuhkan Proteksi agar mereka juga bisa mendapatkan keuntungan dari hasil pertanian mereka. Karena Dalam RUU ini yang dikedepankan adalah kesehatan, bukan petani atau industry.

Kesempatan ketiga diberikan kepada PT Indo Berdikari. Mereka menguraikan mengenai keterkaitan antara imperialism ekonomi dengan regulasi mengenai tembakau. Mereka menegaskan bahwa sesungguhnya perang Rokok ini adalah perang antara Industri Rokok dengan Industri Farmasi yang berujung pada kebijakan petani. Mereka mengatakan bahwa competitor yang bertarung dalam industry rokok adalah, persaingan antara Negara maju dengan Negara berkembang, antara negara penghasil tembakau dengan industry tembakau serta antara petani dengan industri rokok.

Persoalan rokok, bukan menghancurkan bangsa atau menyelamatkan bangsa, tetapi bangsa kita bermasalah karena moralitas. Rokok tidak terkait dengan moralitas, karena karena kebudayaan kita yang memang rusak secara sistemik. Untuk itulah, Negara harus menjadi wasit untuk menjembatani pertarungan antara petani tembakau dengan industry rokok serta Negara harus menegaskan keberpihakannya pada rakyat

Beberapa pertanyaan yang muncul dari anggota saat itu adalah:

  • Bagaimana mengatur dampak tembakau, sehingga kekhawatiran terhadap dampak tembakau bisa terleminir. Karena itu kita berusaha untuk mengatur secara seimbang.
  • Kemudian ada pertanyaan juga apakah sebuah regulasi harus melindungi kepentingan nasional diseluruh bidang. Apa kepentingan nasional kita terpenuhi dengan kehadiran RUU ini?
  • Apa dampak rokok terhadap anak-anak dan remaja. Di luar negeri, tempat merokok disiapkan. Karena Negara bertanggungjawab atas hak-hak individu lain yang tidak merokok. Harus dibuat RUU yang tidak merugikan masyarakat, juga tidak merugikan petani tembakau. Sehingga kepentingan semuanya bisa terakomodasi.
  • Hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam proses pembuatan UU ini adalah:

Ø  Produk UU harus  bermanfaat kepada masyarakat dan kepada publik?

Ø  Bagaimana positioning perdagangan rokok didunia internasional?

Ø  RUU ini harus melindungi kesehatan. Rokok tidak ada kaitannya dengan kematian, tetapi rokok memiliki keterkaitan dengan kesehatan.

Ø  Mempertanyakan posisi petani tembakau, apakah mereka akan dirugikan dengan keberadaan RUU ini?.

Ø  RUU ini bukan untuk membatasi dan mengatur industri rokok, tetapi mengatur resiko dari rokok.

Tags: , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. Mbak Nurul, saya lagi meneliti pengendalian tembakau, boleh minta draftnya nggak, sekaligus mau jadi narasumber saya nggak? Terimakasih banyak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*