SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

RUU PEMILU – Intensifkan Rapat, DPR Kejar Target

NurulArifin.Com – Panitia Kerja (Panja) RUU Pemilu akan melanjutkan secara intensif pembahasan RUU Perubahan UU No 10 Tahun 2008 itu pada Selasa (24/1) malam.

Hal ini untuk mengejar target penuntasan “legislasi urgen” tersebut.

Hal itu dikatakan anggota Panja RUU Pemilu dari F-PKS Agus Poernomo, Nurul Arifin (Fraksi Partai Golkar), di Jakarta, kemarin. Sebelumnya, pada 19-20 Januari 2012, Panja RUU Pemilu menggelar konsinyering membahas sejumlah isu.

Menurut Nurul Arifin, ada enam isu yang dibahas. Pertama, soal pendaftaran, verifikasi, keberatan parpol. Kedua, peradilan pemilu. “Titik perdebatannya apakah membangun ‘pengadilan ad hoc pemilu’ melalui Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) yang diperkuat fungsinya, atau membangun ‘kamar khusus’ dalam PTUN yang disediakan untuk memproses kasus dan atau sengketa pemilu, penambahan 2-3 hakim khusus penanganan pemilu per kabupaten,” kata Nurul.

Isu ketiga, soal data pemilih. Keempat, soal bukti untuk bisa memilih. Titik perdebatannya, apakah penambahan Kartu Keluarga tidak menambah rumit bagi orang yang belum terdaftar sebagai pemegang hak pilih. Sebab, KTP pun belum tentu semuanya punya, apalagi e-KTP.

“Lalu, bagaimanan juga jaminan di mana KTP yang usang (karena telah mendapat KTP baru sebagai proses e-KTP) dijamin tak disa lahgunakan”.

Lanjut Nurul, isu kelima adalah soal syarat calon legislatif. Titik perdebatannya adalah terkait frasa ‘diancam 5 tahun’ masih belum rampung dalam dengar pendapat antar anggota Panja. “Makanya, akan mengundang pihak MK dalam salah satu sesi rapat Panja Pemilu, tapi belum disepakati persis waktunya,” ujarnya.

Isu keenam, tambah Nurul, soal keterwakilan perempuan. Titik perdebatan soal adanya usulan bahwa partai politik harus menyediakan kuota 30 persen bagi caleg perempuan di tiap dapil.[Suara Karya]

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*