SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

RUU PEMILU – Nurul: Demokrasi Harus Lebih Bermakna

NurulArifin.Com – Dalam rangka penguatan persatuan nasional dan peningkatan kesejahteraan kesejahteraan rakyat, pembangunan demokrasi harus lebih bermakna.

“Di antaranya, adalah dengan memastikan bahwa sistem pemilihan umum (pemilu) yang kita miliki menjadi mekanisme yang relevan dengan kebutuhan untuk menciptakan demokrasi yang bermakna tersebut,” kata anggota Fraksi Partai Golkar DPR Nurul Arifin, di Jakarta, kemarin.

Karena itu, menurut dia, sebagai “party of idea, parpol berlambang pohon beringin itu berkeinginan membangun demokrasi yang substansial. Hal itu, tutur dia, merupakan salah satu hasil Tim Pengkajian RUU Bidang Politik Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR.

Tim Pengkajian Revisi RUU Bidang Politik FPG terdiri atas Ibnu Munzir (ketua), dengan anggota Agun Gunanjar, Taufik Hidayat, dan Nurul Arifin yang mantan aktris dan kini juga aktif dalam aksi pemberdayaan kaum perempuan.

Terkait kebutuhan menciptakan demokrasi yang bermakna itu, Nurul Arifin menyebutkan, dari sisi perwakilan, tetap saja mengemuka keinginan kuat untuk selalu memberi wadah bagi kaum perempuan, kelompok ahli, golongan minoritas, dan pegiat partai. “Ini dalam rangka menyeimbangkan antara pilihan popularitas dan kapabilitas serta ketentuan `affirmative action`,” katanya.

Selain itu, ucap dia, ini untuk menjembatani antararus suara rakyat dengan suara partai. “Juga kedekatan hubungan kepada rakyat dengan kepada partai,” ujarnya.

Penyederhanaan Parpol

Sedangkan pada wilayah kepartaian, ujar Nurul Arifin, selalu hadir pikiran keharusan mengurangi partai politik sampai jumlah yang bisa diterima secara moderat.

“Tentu dengan tetap memelihara keragaman partai sesuai ideologi dan pembelahan sosial yang ada dalam masyarakat,” katanya.

Di samping tentunya, ucap dia, memperkuat peran partai politik di tengah semakin besarnya otonomi individu kader partai. Termasuk di dalamnya, menemukan kompatibilitas antara kepartaian yang terbentuk dengan kabinet yang dianut.

Sementara itu, secara aspek parlemen, Nurul Arifin dan kawan-kawan berkesimpulan, senantiasa mencuat cita-cita pemaknaan lembaga wakil rakyat lebih mengedepankan nilai kredibilitas dan kapabilitas tanpa meninggalkan semangat akomodatif serta aspiratif. (Tri Handayani)

Sumber: Suara Karya, 9 mei 2011

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*