SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

RUU Perlindungan PRT vs nilai-nilai Pancasila

RUU Perlindungan PRT yang sedang diharmonisasi di Baleg DPR RI saat ini tidak saja merusak tatanan kekerabatan yang telah mengakar di masyarakat kita, bahkan akan mendekonstruksi sistem sosial dan nilai-nilai kultural yang tumbuh sejak Republik ini ada.

RUU ini seharusnya bukan ditujukan kepada  rumah tangga yang mempekerjakan PRT, tetapi lebih untuk penyedia jasa pekerja rumah tangga. Saya berharap kita tetap berpijak pada nilai dan tradisi masyarakat kita, kegotong royongan,  bukan  tradisi liberal yang menitik beratkan pada materialisme. Alih-alih ingin melindungi PRT, justru RUU ini akan menceraikan-beraikan tradisi kekerabatan itu.

PRT bukan bekerja seperti buruh industri yang hanya mengandalkan tenaga, pikiran dan keahlian. Tetapi lebih dari itu, mereka adalah pekerja yang akan masuk dalam rumah kita, keluarga kita,  dan menjadi bagian dari keluarga kita. Jangan semua filsafat dasar bangsa ini hancur karena pikiran dan nurani kita yang individualistis dan diracuni filsafat materialisme.

RUU ini lebih cocok diberikan kepada penyalur pekerja rumah tangga.  Janganlah kita merusak prinsip-prinsip yang menjadi dasar nilai-nilai dalam keluarga kita. Tradisi baru yg ada dalam RUU ini adalah tradisi liberal yang materialistis. Lagipula sudah ada UU yang mengatur jika ada kekerasan di dalam rumah tangga, yakni UU No 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Dalam pasal 2 huruf (c) UU ini, tentang lingkup rumah tangga salah satunya adalah “mereka yang bekerja membantu rumah tangga dan menetap dalam rumah tangga tersebut”. Pasal 3-9 UU ini menegaskan dengan terang benderang mengenai kekerasan dalam rumah tangga itu. Di dalam UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak juga mengatur hak-hak anak dalam rumah tangga. RUU ini menghadap-hadapkan perempuan dan perempuan. (NA 5/5/2013).

Berita Terkait :

  1. Nurul Arifin: Nomor Lima, Pancasila
  2. Mayong Tak Protes Meski Nurul Arifin Sibuk Jadi Anggota DPR
  3. Wanita Dewasa Dilarang Tarikan Tari Seudati
  4. Nurul Arifin: Semoga Perempuan Bisa Bebas dari Diskriminasi
Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*