SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

Nurul Arifin, Vokalis DPR Yang Kritis

NurulArifin.Com – Buat Nurul, tidak ada yang instant. Jika menginginkan sesuatu maka harus bekerja keras untuk mencapainya. Karena itu, Nurul selalu berusaha untuk disiplin dan kerja keras.

Meskipun namanya sangat terkenal, perjuangan Nurul menjadi wakil rakyat tidak semudah membalikkan telapak tangan. Nurul mengaku berjuang dengan susah payah untuk menjadi wakil rakyat. Setidaknya dua kali ia berjuang untuk menjadi anggota DPR. Pertama, pada tahun 2004, namun gagal melangkah ke senayan.

Pada saat itu Nurul hanya mengatongi 83.000 suara. Namun ia tidak patah semangat. Nurul terus maju. Maka pada 2009 dengan bendera Golkar merebut suara terbanyak. Nurul mendapat suara di wilayah pemilihan Bekasi, Purwakarta dan Karawang.

Nurul mengaku dengan bekerja di DPR, perjuangannya menjadi lebih strategis. Strategis untuk mengimplementasikan dan menyumbangkan ide-ide. Akan tetapi, setelah terpilih menjadi dewan, Nurul ternyata tidak diplot di Komisi X yang sesuai dengan latar belakangnya keartisannya dan aktivis perempuan.

Nurul justru memperkuat Komisi II yang membidangi politik dalam negeri, Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, dan lainnya. Nurul memilih komisi II karena melihat sistem politik di Indonesia dan kesejahteraan yang tidak merata. Misalnya sumber alam di Indonesia melimpah. Akan tetapi, rakyatnya banyak yang tetap hidup miskin. Mengapa? Tentu banyak faktor. Misalnya distribusi yang tidak benar. Begitu pula dengan pembentukan otonomi daerah yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat ternyata tidak bisa terlaksana. Ini karena sistem yang kurang jalan.

Memang tidak mudah untuk membawa misi besar untuk memperjuangkan nasib 200-an juta rakyat Indonesia. Namun Nurul sangat yakin dengan potensi dirinya. Tentu tidak gampang untuk membuktikan apa yang dilakukan. Tetapi Nurul yakin bisa memberikan kepada masyarakat apa yang diperlukan. Bukan hanya materi saja tetapi rakyat bisa merasakan perjuangan-perjuangan yang sudah dilakukan baik di komisi II atau di DPR pada umunya.

Masyarakat bisa melihat keseriusan dalam bekerja terutama pernyataannya yang sangat populis. ”Anggota parlemen itu harus pandai bicara karena parlemen itu berasal dari kata parler, artinya bicara. Nurul ingin jadi vokal, tetapi vokal yang kritis, tidak asal bunyi dan asal dapat panggung. DPR ini sudah merupakan panggung.

Sumber: Tabloid Senayan Edisi 51 Tahun VI

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*