SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

Wapres Antara Ada dan Tiada

NurulArifin.Com – Setahun pemerintahan SBY-Boediono menuai banyak kritik. Pemerintah dianggap tidak hadir di tengah kesulitan yang dialami rakyat. Ada juga yang berpendapat sebenarnya Presiden SBY telah cukup baik bekerja, hanya saja kehadiran Wapres Boediono sama sekali tidak terasa.

Sosok Boediono dinilai kurang berhasil menjalankan perannya dengan baik. Sebagai pendamping presiden, Boediono seharusnya bisa mengimbangi performa dan kinerja SBY. Namun, eksistensinya ternyata tidak mengangkat bobot dan citra pemerintahan SBY.

“Wapres kita ini dibilang ada, tapi tidak ada. Dibilang tidak ada, tapi ada. Jadi dia kelihatannya antara ada dan tiada,” kata Wasekjen DPP Partai Golkar Nurul Arifin dalam percakapan dengan matanews.com di Jakarta, Rabu 20 Oktober 2010.

Boediono adalah Wapres yang dipilih dari kalangan non-parpol. Pada awalnya rakyat menyambut baik Boediono yang dikenal santun dan pintar. Namun, di saat pemerintahan diguncang kritikan, Boediono sama sekali tidak tampak berperan.

Setiap kali muncul isu yang berkaitan dengan pemerintahan, SBY selalu berada di garis terdepan untuk memberi keterangan resmi. Boediono malah sering kalah gaungnya dibandingkan pembantu presiden lainnya yang rajin memberikan pernyataan di media.

Namun, menurut Nurul Arifin, sikap Boediono yang cenderung pasif bukanlah kesalahannya semata. Boediono kurang diberikan ruang gerak oleh Presiden SBY untuk tampil di depan.

“Kalau presidennya saja memperlakukan dia seperti itu, publik pasti akan meragukan statement yang dibuatnya. Dia harus lebih banyak action-nya, jangan hanya pasif. Ini dunia politik bukan dunia akademisi,” tandas Nurul.[matanews.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*