SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

Hentikan Stigma Kepada Odha

NurulArifin.Com – Kita semua tahu masalah-masalah yang dihadapi ODHA, rasanya tidak pernah habis dan terus berjalan, seiring perjalanan hidup mereka. Apakah kita semua akan menutup mata pada kenyataan. Padahal banyak hal yang bisa kita lakukan  untuk memberikan dukungan. Bahkan kita bisa mencegah agar masalah-masalah penularannya tidak terjadi, terutama menyangkut stigma.

Stigma pertama kali muncul pada kata Yunani untuk merujuk pada sejenis tato yang disayatkan atau dibakar pada tubuh pelaku kejahatan, budak, dan pengkhianat. Stigma itu digoreskan pada orang-orang yang dipandang tercela atau secara sosial terkontaminasi. Mereka yang diberi stigma dijauhi, terutama dalam ruang-ruang publik.

Stigma adalah label negatif yang diberikan pada orang dengan HIV/ AIDS atau ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Ini akibat persepsi yang keliru. Gambaran negatif pada ODHA dibangun dari informasi yang tidak lengkap, tidak benar dan tidak jelas.

Gambaran negatif yang terus menerus direproduksi tentang HIV/ AIDS antara lain: penyakit/virus mematikan. Apakah HIV / AIDS virus mematikan, penyakit yang tidak ada obatnya, penyakit seks, penyakit mudah menular, penyakit kutukan.

Saat ini, stigma tidak hadir dalam rupa fisik, tapi dalam perlakuan masyarakat yang memojokkan dan menghinakan. ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS) adalah pihak yang sering diberi stigma. Akibatnya, ODHA mendapat prasangka berlebihan, yakni peremehan yang dilakukan masyarakat terhadap mereka. Stigma menjadikan ODHA didiskriminasi, yaitu tindakan yang mengucilkan.

Stigma berlebihan terhadap ODHA dapat diatasi jika semua pihak peduli dan mendapatkan informasi yang tepat tentang perbedaan HIV dengan AIDS. Selain itu, stigma bergulir secara cepat karena masyarakat kebanyakan tidak mengetahui dengan pasti bagaimana HIV ditularkan. Pandangan awam yang sangat mapan menyatakan HIV ditularkan melalui hubungan seks. Padahal, kenyataan yang terjadi adalah HIV terutama ditularkan melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian yang lazim terjadi pada kalangan pengguna narkoba.

Ketidaktahuan dan informasi yang menyesatkan menjadikan ODHA tidak berani berbicara secara terbuka. Keluarga yang seharusnya menjadi ruang sosial yang bisa digunakan sebagai tempat berbagi perasaan justru menyingkirkannya. Rumah sakit dan puskemas yang berperan sebagai tempat pengobatan pun bertindak serupa. Kalangan agamawan yang sewajarnya memberi dorongan moral justru terlibat dalam penghukuman yang dipenuhi jargon-jargon ketuhanan. Negara tanpa peduli membuat berbagai aturan yang memojokkan keberadaan ODHA.

Mari kita sama-sama hentikan Stigma ODHA. Biar ODHA bisa terbuka.  Mari kita bersama-sama merubah Stigma itu. Banyak hal yang bisa kita lakukan sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.

Berita Terkait :

  1. Agar Penderita HIV AIDS Panjang Umur
  2. Penderita AIDS Meninggal Banyak Karena Pasrah
  3. Pendidikan HIV/AIDS Akan Masuk Kurikulum
  4. Hari Aids Sedunia Tahun 2010
Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*