SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

Peredaran Narkoba di Bali Memprihatinkan

Jalur distribusi narkoba ke dan dari Indonesia memperlihatkan sebuah jaringan peredaran gelap narkoba yang makin meluas. Seperti beberapa perairan di Bali rawan terhadap perompakan, dan para imigran gelap asal Vietnam dan Timur Tengah sebelum menuju Australia terlebih dahulu singgah di Bali.

Berdasarkan informasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN), jalur peredaran narkotika secara ilegal ke Indonesia itu berasal dari tiga tempat yang biasa disebut daerah segitiga emas diantaranya Thailand, Myanmar dan Laos. Ketiga negara ini dideteksi memiliki ladang tanaman opium sejak jaman dulu. Pemasok opium lainnya yang terekam dari file data BNN adalah Iran, Pakistan, dan Afganistan yang produksinya mencapai 4 ribu ton pertahun. Sementara didalam negeri, ganja dari Aceh yang dikenal berkualitas paling baik, yang banyak beredar. Lalu bagaimana barang-barang illegal itu akhirnya masuk Bali ? Cukup bervariatif, ada yang melalui jalur darat (bus), jalur laut melalui yacht (kapal pesiar ukuran kecil) dan juga jalur udara.

Semula para pedagang narkoba hanya menjadikan Bali sebagai daerah transit, namun kini sudah menjadikannya sebagai pasar potensial. Dan pengedar kelas kakap di Bali, menggunakan jasa penyelam. Jadi, barang haram itu dilempar ke laut, ditenggelamkan, kemudian baru diambil oleh para penyelam itu. Koordinatnya dimana sudah disepakati.Untuk operasi pengambilan narkoba biasanya penjemput barang menggunakan perahu nelayan. Selain lebih aman karena tidak dicurigai aparat, perahu nelayan bisa berlabuh di tempat sepi tanpa ketahuan aparat.

Jaringan sindikat narkoba di Bali beroperasi menggunakan sistem sel tertutup, sehingga mempersulit penangkapan. “Setiap pelaku yang kita tangkap selalu menutupi atau tidak mengetahui jaringan pelaku diatasnya. Selain sel tertutup, kegagalan polisi juga disebabkan oleh sistem hukum yang berbeda antar negara.

Sumber: dari berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*