SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT                                                SUARA    GOLKAR    SUARA    RAKYAT

Perempuan Pengguna Narkoba Meningkat

NurulArifin.Com – Tingginya peredaran narkoba dan psikotropika di kalangan perempuan mengakibatkan jumlah pengguna barang haram tersebut meningkat.

Berdasarkan data Badan Narkotika Kota (BNK), jika pada 2009 dari 993 pengguna narkoba yang ditangkap 40 orangnya adalah perempuan. Hingga pertengahan 2010, dari 400 pengguna narkoba yang ditangkap, jumlah perempuan meningkat menjadi 50 orang. Jumlah itu diperkirakan akan bertambah hingga akhir tahun 2010.

Kasubag Refresif BNK Jakarta Pusat yang juga Wakasat Narkoba Polres Jakarta Pusat Ajun Komisaris Santoso menyebutkan, dari hasil razia BNK bersama Polrestro Jakarta Pusat selama tahun 2009 dengan jumlah 993 tersangka, 3 di antaranya produsen, 50 persen bandar, sisanya merupakan pengedar merangkap pemakai. Sebanyak 40 pemakai di antaranya perempuan.

“Data ini menunjukkan secara perlahan, tetapi pasti banyak kaum perempuan yang terjerat penyalahgunaan narkoba. Penyebabnya diperkirakan mereka diperalat warga negara asing (WNA),” ungkapnya saat acara peningkatan pemahaman hukum bagi kalangan pelajar SMA dan SMK se-Jakarta Pusat, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (29/7/2010).

Santosa menduga penyalahgunaan dan penyebab utama keterlibatan perempuan dengan barang terlarang tersebut diawali ketidaktahuan ditambah kondisi perekonomian keluarga yang kurang mampu. Terlebih, banyaknya WNA kulit hitam yang bermukim di lingkungan padat dan mengiming-imingi serta menawari berbagai kebutuhan dan akhirnya dijadikan kurir.

“Setelah itu, jadilah perempuan ini pemakai sekaligus merangkap pengedar,” ujarnya.

Santoso menyebut, dari 44 kelurahan di Jakarta Pusat, 10 kelurahan di antaranya dikategorikan kawasan merah peredaran narkoba meliputi, Tanah Tinggi, Galur, Kampung Rawa, Karang Anyar, Kartini, Kemayoran, Bungur, Petojoutara, Petojo Selatan, dan Duri Pulo.

“Sementara daerah Kampung Bali dan Kebon Melati, Tanah Abang, yang dulu merupakan zona merah peredaran narkoba saat ini sudah terlepas dari predikat itu,” kata Santoso.[kompas.com]

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

*